IBADAH UMUM MINGGU: JAM.07:00, JAM.09:30, JAM.17:00 IBADAH PA : MINGGU JAM.08:00 IBADAH RT: RABU JAM.07:00 TERGANTUNG SEKTOR MASING2 IBADAH PKLU: KAMIS JAM.11:00 >> SEKALI 2 MINGGU IBADAH PKP: SETIAP KAMIS JAM.17:00 IBADAH PKB: SETIAP JUM'AT JAM.20:00 BY: MANNAB
Selasa, 28 Januari 2020
Lukas 12 : 1 - 10
Tanggal: Minggu, 26 Januari 2020
Thema SINODE: Jujur adalah buah takut akan Tuhan
Thema SINODE: Jujur adalah buah takut akan Tuhan
Ciri khas Injil Lukas sebagian
besar mengandung banyak episode dan perumpamaan disebut juga sebagai Injil
SINOPSIS. Knp dikatakan Injil Sinopsis??, Karena memiliki kesamaan dgn Injil
Matius dan Markus. Dan merupakan hasil riset pribadinya. Sekalipun demikian,
bagian ini menyajikan ajaran Tuhan Yesus pada tahun terakhir pelayanan-Nya.
Setelah
kita baca Injil Lukas 12 ini yi: perikop 1-10, kita temui kata-kata yg penting
dlm kehidupan se-hari2 yi: RAGI, KEMUNAFIKAN, TAKUT, MEMBUNUH, MENGHUJAT.
Sedang
thema dari SINODE: Jujur adalah buah takut akan Tuhan,
Hal ini
berkaitan dgn munafik..krn biasanya org munafik tdk jujur.
Krn
ketdk jujuran/kebohongan seseorang, bisa membuat org tsb menjadi mala petaka.
Mungkin msh kita ingat peristiwa sebelum pilpres thn 2019 yg lalu, ada
seseorang utk mendapatkan simpasan dari teman2nya, dia berani
berbohong..Wajahnya lebam katanya karena dikeroyok sekelompok orang, pdhal
setelah diselidiki krn OPERASI PLASTIK, akhirnya org tsb menanggung akibatnya
diadili dan di hukum.
Tadi pd Nats Pembimbing pd
Gal.5:9 mengatakan: “SEDIKIT RAGI SUDAH MENGKHAMIRKAN SELURUH ADONAN” Arti
menghkhamirkan adalah MERUSAK..
Mengapa Tuhan Yesus mengumpamakan kemunafikan orang Farisi sama seperti RAGI.? Karena sifat munafik itu seperti ragi yang gampang menulari dan pada akhirnya merusak karakter orang lain. Sebagai pemimpin agama yang memiliki otoritas mudah sekali bagi mereka untuk menyalahgunakan otoritas itu, dengan menipu para pengikutnya, dan kdg kala para pengikut ikut-ikutan jadi munafik.
Tuhan Yesus mengingatkan para murid2Nya bahwa kemunafikan, suatu waktu akan terbongkar (2-3). Apa yang ditutupi oleh manusia, akan dibuka oleh Allah yang melihat ke dalam hati. Maka, hukuman berat akan menimpa mereka karena kemunafikannya menyesatkan org lain & menjadikan org lain tsb sm dgn mereka, ikut munafik..!
Bahkan Yesus dengan keras menyatakan sikap menyesatkan orang lain dari kebenaran tidak beda dengan menghujat Roh Kudus (10).
Menghujat Roh Kudus di sini harus dimengerti sebagai menolak
menerima pengajaran dari Sang Sumber dan Sang Pengajar Kebenaran sehingga memalsukan kebenaran dan pada akhirnya menyesatkan orang lain dengan kebenaran yang palsu tersebut.
Tuhan Yesus mengingatkan para murid agar jangan takut kepada para pemimpin sedemikian yang seolah memiliki kuasa untuk mengucilkan bahkan membunuh mereka (4). Tuhan sendiri yang akan menghakimi mereka (5).
Tuhan sendiri menjanjikan akan
melindungi murid-murid-Nya dari para pemimpin seperti itu, bahkan akan memberi
hikmat pada saatnya untuk menghadapi tuduhan mereka (11-12).
Peringatan Tuhan Yesus ditujukan kepada para murid, berarti juga kepada kita sekalian. Bisa jadi kita pun tertular kemunafikan
orang Farisi, yang mementingkan penampilan dan prestise semata.
Melakukan hal tersebut karena takut dikucilkan,atau bahkan mendapat aniaya. Ingat, bila kita terseret kepada kemunafikan, bukan hanya diri kita yang dirugikan. Orang-orang yang ada di sekeliling kita, yang mempercayai kita sebagai pengikut Tuhan pun akan ikut tersandung.
Yesus mencela kemunafikan orang Farisi, dan memperingatkan
murid-Nya untuk berhati-hati agar dosa ini tidak memasuki kehidupan dan
pelayanan mereka.
1. 1)
Kemunafikan berarti memperlihatkan sikap dan tindakan yang tidak sesuai dengan
perbuatannya -- misalnya: bertindak di hadapan umum sebagai seorang percaya
yang saleh dan setia, padahal sedang menaruh dosa yang tersembunyi,
kedursilaan, ketamakan, nafsu, atau ketidakadilan lainnya. Orang munafik adalah
seorang penipu dalam hal kebenaran yang dapat dilihat
2. 2) Karena
kemunafikan menyangkut hidup dalam dusta, maka itu membuat seseorang menjadi
rekan kerja dan sekutu Iblis, bapa segala dusta (Yoh 8:44).
3. 3) Yesus
memperingatkan murid-murid-Nya bahwa segala kemunafikan dan dosa yang tersembunyi
akan dibuka, jika tidak dalam hidup sekarang, pastilah pada hari penghakiman
(lih. Rom 2:16; 1Kor 3:13;
4:5; Wahy 20:12). Apa
yang dilakukan secara rahasia di balik pintu yang tertutup pada suatu saat akan
disingkapkan secara terang-terangan (ayat Luk 12:2-3).
4. 4)
Kemunafikan adalah suatu tanda bahwa seseorang tidak takut akan Allah
(ayat Luk 12:5) dan
tidak memiliki Roh Kudus dengan kasih karunia pembaharuannya (lih. Rom 8:5-14; 1Kor
6:9-10; Gal
5:19-21; Ef 5:5).
Sementara tinggal dalam kondisi demikian, seseorang tidak dapat
"meluputkan diri dari hukuman neraka" (Mat 23:33).
Sungguh suatu pengajaran yang luar
biasa indah khusus bagi murid-murid Tuhan Yesus. Ajaran tersebut juga ditujukan
kpd kita semua dan sgt relevan hingga saat ini. Kita harus waspada akan ajaran2
yang menyimpang, tetaplah menjadi pelaku-pelaku Firman, hidup kita pun harus
bercahaya seperti terang & garam, dan kita tidak boleh takut terhadap
ancaman-ancaman dan tekanan-tekanan dari manusia. Kita harus tetap berdiri
teguh dan tidak menyangkal Tuhan Yesus. Ketika kita mau tunduk dan melakukan
apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, maka Tuhan akan memampukan untuk
menjalani semua aktivitas kita masing2 .
TUHSelasa, 21 Januari 2020
TAKUT
RENUNGAN:
Yesaya 41:10
|
“Janganlah
takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;
Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau
dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
(Yes
41:10 )
Janji
Tuhan kepada Israel telah terbukti dalam sejarah. Israel yang kecil dan tidak
berdaya itu hanya bisa survive karena janji Tuhan yang maha kuasa. Imperium
adidaya Babel, Persia, Romawi semuanya punah, namun Israel tetap ada di tanah
perjanjian yakni Tanah Israel, hanya karena penyertaan Tuhan dengan tangan
yang kuat sehingga janji berkat Tuhan bagi semua bangsa terlaksana.
Allah
Israel itu adalah Bapa kita dalam Yesus Kristus Tuhan kita yang telah menebus
kita dengan kematian Anak-Nya Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian
dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah dan berkuasa di sorga dan di bumi.
Tuhan
itu telah berjanji menyertai, meneguhkan, menolong dan membela kita sementara
kita menjadi saksi-Nya di dunia yang dikuasai oleh Iblis musuh-Nya.
Janji
penyertaan itu bahkan lebih dahsyat karena dimeteraikan dengan Roh Kudus yang
tetap tinggal dalam diri kita masing-masing ketika kita memercayakan diri kepada Tuhan
Yesus sekali untuk selamanya.
Urusan
kita sekarang hanya tetap percaya dan mengikuti pimpinan Roh Kudus itu
langkah demi langkah dalam hidup nyata setiap hari untuk melakukan segala
perintah Kristus.
Hasil
akhir sudah Tuhan tentukan yakni sorak sorai kemenangan pada waktu Tuhan
datang kembali menjemput kita.
Karena
itu jika ada di antara kita sekarang ini yang sangat tertekan oleh Iblis,
dunia dan daging sehingga merasa terpuruk dan tidak berdaya, Tuhan
hendak mengajar dan menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita
tempuh, Tuhan hendak memberi nasihat, mata-Nya tertuju kepada kita.
Mari
kita bangkit dan berjalan mengikuti pimpinan Roh Tuhan itu, pastilah kita
sampai di garis akhir dengan berkemenangan.
Tuhan Yesus memberkati !!!.
|
Minggu, 19 Januari 2020
SEJARAH PASKAH
Paskah dan Sejarahnya
Paskah
telah dirayakan sebelum gereja mengenal tradisi perayaan Paskah. Sejak abad
ke-2, Paskah merupakan perayaan Kristen yang paling penting. Peristiwa Paskah
adalah dasar, titik tolak, dan pusat iman Kristen. Keempat Injil dan seluruh
kitab Perjanjian Baru mencatat terjadinya peristiwa Paskah, yaitu hari
Kebangkitan Yesus dari kubur. Rasul Paulus menuliskan, "Andaikata Kristus
tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sia jugalah
kepercayaan kamu." (1Kor.15:14).
·
Paskah Perjanjian Lama
Di dalam Perjanjian Lama, Paskah atau "Passover" atau
"Pesakh" (Ibrani) atau "Pascha" (Yunani) adalah perayaan
pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir, di mana pada saat itu diadakan
upacara "roti tidak beragi" dan "persembahan anak sulung"
dengan "upacara korban domba paskah", dan merupakan perintah Tuhan
agar dikenang oleh Musa dan bani Israel ( Kel 12:14,17,21). Pada
masa lalu, umat Allah merayakan Paskah dalam berbagai lambang, karena seperti
yang dinyatakan dalam Kolose 2:17 dan Ibrani 10:1,
hari raya pada masa Perjanjian Lama adalah bayangan dari apa yang akan datang,
dan wujudnya adalah Kristus. Pada masa kini, Gereja Tuhan di seluruh dunia merayakan
Paskah dalam arti yang sesungguhnya dan sempurna yaitu Kristus Anak Domba
Paskah (1 Kor 5:7-8).
·
Paskah Perjanjian Baru
Sejalan dengan makna Paskah dalam Perjanjian Lama, Paskah dalam
Perjanjian Baru menunjukkan kasih, anugerah, dan kuasa Allah yang meluputkan
umat milik-Nya dari kutuk dan maut, membebaskan orang percaya dari perbudakan
dosa serta memberikan kepastian kebangkitan kekal di akhir zaman, melalui
kebangkitan Kristus. Peristiwa penyaliban, kematian dan kebangkitan Kristus
bukan saja mempunyai makna keluaran yang sama dengan Paskah Yahudi. Upacara
perjamuan makan "Roti tidak Beragi" yang diadakan pada hari Jumat
malam kemudian menjadi "Upacara Perjamuan Malam" yang dilakukan oleh
Yesus dan rasulnya. Upacara perjamuan itu kemudian dijadikan peringatan
"jumat agung" dalam kalender Kristen. Sekalipun begitu, upacara makan
roti perjamuan juga dirayakan setiap umat bertemu dalam persekutuan. Upacara
makan roti perjamuan itu menyiapkan penebusan Yesus, dimana Ia menjadi
"Dombah Paskah" disalibkan (Yoh.20:1,19,26; Kis.20:1; Kor.16:2;Wah.1:10).
Perayaan mingguan mengenang kebangkitan Yesus inilah yang membuktikan dengan
jelas bahwa peristiwa kebangkitan Yesus terjadi dalam sejarah, dalam ruang dan
waktu, sebab dalam perayaan "Sabat" yang begitu ketat diikuti oleh
umat yahudi dalam praktik umat kristiani (terutama Yahudi Kristen) telah
bergeser menjadi "Hari Tuhan" yaitu kenangan akan hari kebangkitan.
·
Paskah Tradisi Yahudi
Dalam tradisi Yahudi yang lazim sampai saat ini, kepala keluarga
mengucapkan puji-pujian lalu mengedarkan cawan anggur pertama. Makanan kecil
disajikan sebagai hidangan pendahuluaan. Kemudian cawan anggur yang kedua
diedarkan. Lalu ada seorang anak laki-laki harus bertanya, "Apa arti semua
upacara ini?" kepala keluarga menjawab dengan membacakan kitab Ulangan 26:5-11.
Pembacaan kitab suci kemudian disambut dengan menyanyikan salah satu Mazmur,
biasanya mazmur 113-118. Sesudah kepala keluarga membagikan roti yang
tidak beragi, daging anak domba dan kuah pahit, lalu cawan anggur yang ketiga
diedarkan. Setelah semua selesai makan, mereka menyanyikan bagian kedua dari
Mazmur. Biasanya nyanyian-nyanyian itu diakhiri dengan mengulang beberapa ayat
tertentu. Perayaan ini diakhiri dengan cawan anggur keempat sebagai cawan
perpisahan. Perjamuan Paskah Yahudi seperti itulah yang dirayakan Yesus bersama
murid-murid-Nya seperti yang dicatat dalam Injil Lukas 22.
·
Penetapan tanggal Paskah
Tanggal
untuk hari Paskah setiap tahun selalu berubah dan tidak sama. Berbeda dengan hari
Natal, Paskah tidak punya tanggal yang tetap, bulannya pun tidak tetap. Kadang
bulan Maret, kadang bulan April. Mengapa begitu? Gereja mula-mula tidak pernah
direpotkan dengan persoalan tanggal Paskah. Mereka merayakan Paskah setiap hari
Minggu, yaitu hari terjadinya peristiwa kebangkitan Yesus. Bagi mereka, setiap
hari Minggu adalah hari Paskah. Baru pada abad kedua mulai mengkhususkan hari
Minggu tertentu untuk dirayakan sebagai hari Paskah setahun sekali. Persoalan
yang timbul kemudian, tanggal manakah yang sebaiknya dipilih sebagai hari
Paskah tahunan itu? Jemaat Kristen Yahudi berpendapat, bahwa Paskah sebaiknya
dirayakan sebagai pengganti Paskah Yahudi. Jadi, tanggalnya adalah hari ke-14
dalam bulan Nisan (bulan pertama dalam kalender Yahudi sesudah pembuangan babel
bersamaan dengan bulan Maret dalam kelender Masehi), tanpa mempersoalkan hari.
Lain halnya dengan jemaat-jemaat Kristen yang berasal dari bangsa-bangsa
non-Yahudi. Mereka berpendapat bahwa Paskah dirayakan pada hari Minggu. Yang
masalahnya hari Minggu yang mana? Pada tahun 325, dalam persidangan gereja di
Nicea, ditetapkan dengan resmi sebuah patokan bersama untuk menetapkan tanggal
peringatan Paskah. Patokan itu adalah Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama
sesudah bulan purnama yang jatuh pada tanggal 21 Maret atau sesudahnya, yaitu
tanggal permulaan musim semi, apabila bulan purnama itu jatuh pada hari Minggu,
Paskah akan dirayakan pada hari Minggu berikutnya. Keputusan tersebut dipegang
terus oleh semua gereja di dunia hingga saat ini. Dengan patokan itu, setiap
tahun Paskah jatuh antara tanggal 22 Maret - 27 April. Kalau Paskah sudah kita
ketahui, akan mudah menentukan hari raya gerejawi lain di sekitar Paskah,
seperti Jumat Agung (tiga hari sebelum Paskah), kenaikan Tuhan Yesus (40 hari
sesudah Paskah), dan Pentakosta (50 hari sesudah Paskah).
·
Penetapan ibadah Minggu
Hari kebaktian yang ditetapkan oleh sepuluh perintah Allah
adalah sabat, yaitu hari ketujuh, atau sekarang disebut hari Sabtu. Gereja
mula-mula pun berbakti pada hari Sabtu. Namun, kemudian gereja mengalihkan
kebaktiannya pada hari Minggu. Perubahan ini terjadi tidak terlalu lama sesudah
kebangkitan Yesus. (kis 20:7; 1 Kor 16:2).
Perubahan kebaktian dari Sabtu menjadi Minggu ini merupakan satu keputusan yang
drastis, mengingat pada waktu itu kebanyakan terdiri dari orang-orang Yahudi,
yang ingin terus memegang tradisi Sabat. Dasar perubahan itu adalah bahwa hari
Sabat (Sabtu) adalah bayangan dari apa yang harus datang, dan mereka memandang
kebangkitan Kristus sebagai peristiwa yang besar sehingga mereka merayakannya
setiap hari Minggu. Pada akhir abad pertama, gereja lazim menyambut hari Minggu
sebagai "hari Tuhan" sebutan ini kita temui dalam Wahyu 1:10,
sebutan "hari Minggu" dalam bahasa kita sebenarnya juga berarti
"hari Tuhan" sebab kata Minggu itu sendiri berasal dari kata Portugis
"Dominggo" yang artinya Hari Tuhan. Karena gereja mula-mula selalu
merayakan hari Minggu sebagai hari kebaktian atau ibadah, lambat laun kebiasaan
itu diterima oleh masyarakat pada tahun 321, Kaisar Kostantinus dengan undang-undang
menetapkan hari minggu sebagai hari libur di seluruh wilayah kekaisarannya.
Dari ketetapan itu, yang kemudian mendunia (Universal), kini dunia mengenal
hari Minggu sebagai hari libur.
===AMIN===
mannab1010.blogspot.com
Jumat, 17 Januari 2020
NABI MUSA
Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan
merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling
sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat
Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah,
Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.
Tanda 1
(Kenabian) Musa: Paskah
Sekitar 500 tahun telah berlalu sejak Nabi Ibrahim AS dan itu sekitar
1500 Sebelum Masehi (SM). Setelah Ibrahim meninggal, keturunannya melalui
putranya Ishak, sekarang disebut kaum Israel, telah berkembang manjadi sejumlah
besar orang, dan mereka juga menjadi budak di Mesir. Ini terjadi karena
Yusuf, cicit Ibrahim (AS) dijual sebagai budak ke Mesir dan setelah
bertahun-tahun kemudian, keluarganya mengikuti. Ini semua
dijelaskan dalam Kejadian 45-46 –
Kitab Pertama Musa dalam Taurat.
Jadi sekarang kita sampai pada Tanda-tanda Nabi besar lainnya –
Musa (AS) – diceritakan dalam Kitab Taurat kedua . Musa
(AS) telah diperintahkan oleh TUHAN untuk menemui Firaun di Mesir dan hal itu
mengakibatkan persaingan antara Musa (AS) dan para ahli sihir dari
Firaun. Kontes ini telah menghasilkan sembilan wabah terkenal atau bencana
terhadap Firaun yang merupakan tanda baginya. Tetapi Firaun belum
menyerahkan diri pada kehendak TUHAN dan tidak menaati tanda-tanda ini.
Surah An-Nazi’at (Surah 79‒Malaikat yang Mencabut) menggambarkan
peristiwa-peristiwa tersebut dengan cara berikut:
Sudah
sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. Tatkala Tuhannya memanggilnya di
lembah suci ialah Lembah Thuwa; “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia
telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan
bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”. Dan kamu akan kupimpin ke
jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan
kepadanya mukjizat yang besar. (Surah an-Nazi’at 79:15-20)
Surah Al-Muzzammil (Surah 73‒Orang yang Berselimut)
menggambarkan tanggapan Firaun:
Maka
Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang
berat.(Surah Al-Muzzammil 73:16)
Apa ‘Tanda Besar’ Musa yang disebutkan dalam Surah An-Naziat dan
apa ‘hukuman berat’ atas Firaun yang dijelaskan dalam Aurah Al-Muzzammil?
Keduanya, baik Tanda dan Hukuman ada dalam azab ke-10.
Wabah
ke-10
Jadi Allah akan membawa wabah (bencana) ke 10 dan yang paling
menakutkan. Pada titik ini Taurat memberikan persiapan dan
penjelasan sebelum wabah ke-10 datang. Al-Qur’an juga merujuk pada poin
ini dalam catatan dengan ayat berikut
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat
yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada
mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya, “Wahai Musa! Sesungguhnya aku
benar-benar menduga engkau terkena sihir.”
Dia
(Musa) menjawab, ”Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang
menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan
bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga
engkau akan binasa, wahai Fir‘aun.” (Surah 17 Isra, The Night
Journey: 101-102)
Jadi Firaun ‘ditakdirkan untuk dihancurkan’. Tetapi bagaimana
ini bisa
terjadi? Allah sebelumnya telah mengirim kehancuran
dengan berbagai cara. Bagi orang-orang pada zaman Nuh seluruh dunia tenggelam dalam banjir, dan bagi istri Lut itu berubah menjadi tiang
garam. Tetapi kehancuran ini berbeda karena itu juga harus menjadi Tanda
bagi semua orang – suatu Tanda Besar. Seperti yang dikatakan Alquran
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (Surat
79:20)
Anda dapat membaca penjelasan tentang Wabah ke-10 dalam
Keluaran Taurat di tautan sini . Ini adalah
akun yang sangat lengkap dan ini akan membantu Anda dalam lebih memahami
penjelasan di bawah ini.
Domba
Paskah Menyelamatkan dari Maut
Kitab suci ini memberi tahu kita bahwa kehancuran yang
ditetapkan oleh Allah yaitu bahwa setiap anak sulung harus mati malam itu
kecuali yang ada di sebuah rumah dimana tempat seekor anak domba dikorbankan
dan darahnya dicat di tiang pintu rumah itu. Kehancuran Firaun, jika dia
tidak patuh, yaitu bahwa putranya dan pewaris takhta akan mati. Dan setiap rumah di Mesir akan kehilangan putra sulungnya – jika
mereka tidak patuh dengan mengorbankan seekor domba dan mengecat darahnya di
tiang-tiang pintu mereka. Jadi Mesir menghadapi bencana nasional.
Tetapi di rumah-rumah di mana seekor anak domba telah
dikorbankan dan darahnya dicat di tiang-tiang pintu, janjinya adalah bahwa
setiap orang akan selamat. Penghakiman Allah akan melewati ataui melampaui
rumah itu. Jadi hari ini Tanda disebut Paskah (karena kematian melampaui semua rumah di mana
darah domba telah dicat di pintu-pintu). Tetapi bagi siapakah darah di
pintu adalah suatu Tanda? Taurat mengatakan:
Tuhan
berkata kepada Musa … ” … Akulah TUHAN. Darah [domba Paskah]
akan menjadi tanda bagi kamu di
rumah-rumah di mana kamu berada; dan ketika Saya melihat darah, Saya akan
melewati (melampaui) kamu. (Keluaran 12:13)
Jadi, meskipun TUHAN sedang mencari darah di pintu, dan ketika
Dia melihatnya, Dia akan melampauinya, darah itu bukanlah suatu Tanda bagi-Nya. Dikatakan
bahwa darah adalah ‘tanda untuk kamu’ – orang-orang. Lebih jauhnya yaitu itu
adalah Tanda bagi kita semua yang membaca akun ini
di Taurat . Jadi bagaimana itu sebuah Tanda bagi
kita? Setelah malam yang menentukan ini , TUHAN
memerintahkan mereka untuk:
…
Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di
Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.”
Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah. (Keluaran 12:27)
Paskah
Memulai Kalender Yahudi
Maka orang Israel diperintahkan untuk merayakan Paskah pada hari
yang sama setiap tahun. Kalender Israel sedikit berbeda dari kalender
Barat, jadi hari pada tahun itu berubah sedikit setiap tahun jika Anda
melacaknya dengan kalender Barat, mirip dengan bagaimana Ramadhan bergeser,
karena didasarkan pada panjang tahun yang berbeda, bergerak setiap tahun pada
Kalender Barat. Tetapi sampai hari ini, masih 3500 tahun kemudian,
orang-orang Yahudi terus merayakan Paskah setiap tahun untuk
mengenang peristiwa ini sejak zaman Musa (AS) sebagai bentuk kepatuhan terhadap
perintah yang diberikan oleh TUHAN di Taurat.
Gambaran kejadian modern
ketika banyak anak domba disembelih untuk perayaan Paskah Yahudi mendatang
Berikut ini adalah gambaran modern tentang orang-orang Yahudi
yang menyembelih domba untuk Paskah yang akan datang. Ini
mirip dengan perayaan Idul Adha.
Dalam melacak perayaan ini melalui sejarah, kita dapat
mencatat sesuatu yang sangat luar biasa. Anda dapat melihat ini dalam
Kitab Injil di mana ia mencatat rincian penangkapan dan pengadilan Nabi Isa al
Masih (AS):
“Kemudian
orang-orang Yahudi membawa Isa … ke istana gubernur Romawi [Pilatus] … untuk
menghindari kenajisan seremonial, orang-orang Yahudi tidak memasuki
istana; mereka ingin dapat makan
Paskah “… [Pilatus] berkata [kepada para pemimpin Yahudi]” …
Tetapi sudah menjadi kebiasaanmu bagiku untuk melepaskan kepadamu seorang
tahanan pada saat Paskah . Apakah
kamu ingin saya melepaskan ‘raja orang Yahudi’? [yaitu Yang Masih]
“Mereka berteriak kembali,” Bukan bukan dia …”(Yohanes 18:28, 39-40)
Dengan kata lain, Isa al Masih (AS) ditangkap dan
dikirim untuk dieksekusi pada
hari Paskah dalam kalender Yahudi. Jika Anda ingat dari
Tanda 3 Ibrahim , salah satu sebutan (gelar) Isa diberikan kepadanya oleh
Nabi Yahya (SAW) yaitu
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan
ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Dialah
yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang
telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yohanes 1:29-30)
Isa
(AS) Dikutuk pada Paskah
Di sini kita melihat keunikan dari Tanda ini. Isa
(AS), ‘ Anak Domba Allah ‘,
dikirim untuk dieksekusi (dikorbankan) pada hari yang sama ketika semua orang Yahudi
yang hidup pada saat itu (33 M dalam kalender Barat) mengorbankan
seekor domba untuk mengenang Paskah pertama yang terjadi 1500 tahun
sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa perayaan Paskah Yahudi biasanya
terjadi setiap tahun di minggu yang sama dengan Paskah – kenangan akan
meninggalnya Isa al Masih – karena Isa (AS) dikirim untuk berkurban
pada hari yang sama. (Paskah-Easter dan
Paskah-Passover tidak
pada tanggal yang sama persis karena kalender Yahudi dan Barat memiliki cara
berbeda untuk menyesuaikan panjang tahun, tetapi biasanya pada minggu yang
sama).
Sekarang pikirkan sebentar tentang apa yang ‘Tanda‘ bisa berikan. Anda dapat melihat beberapa tanda di
bawah sini.
Apa yang dilakukan ‘Tanda’? Mereka adalah petunjuk dalam pikiran
kita untuk membuat kita memikirkan sesuatu yang lain
Ketika kita melihat tanda
‘tengkorak dan tulang’ itu membuat kita berpikir tentang kematian dan bahaya .Tanda ‘Lengkungan
Emas’ seharusnya membuat kita berpikir tentang McDonalds . Tanda ‘√’ pada ikat kepala pemain
tenis Nadal adalah tanda untuk Nike . Nike
ingin kita memikirkan mereka ketika kita melihat tanda ini pada
Nadal. Dengan kata lain, Tanda adalah petunjuk dalam pikiran kita untuk
mengarahkan pemikiran kita ke objek yang diinginkan. Dengan tanda Musa
(AS) ini, Allahlah yang telah memberikan tanda itu untuk kita. Mengapa Dia
memberikan tanda ini? Nah tandanya, dengan waktu yang luar biasa dari
domba yang dikorbankan pada hari yang sama dengan Isa harus menjadi petunjuk untuk pengorbanan Isa al Masih (AS).
BC: Sebelum Masehi (SM),
AD: Masehi (M)Paskah adalah ‘Tanda’ dengan menunjuk pada pengorbanan Isa al Masih
Ini bekerja di pikiran kita seperti yang saya tunjukkan dalam
diagram itu. Tanda itu ada di sana untuk mengarahkan kita pada
penyerahan Isa al Masih. Pada Paskah pertama itu, domba-domba dikorbankan
dan darah mengalir dan menyebar sehingga orang-orang dapat
hidup. Dan dengan demikian, Tanda yang menunjuk kepada Isa ini
adalah untuk memberi tahu kita bahwa dia, ‘Anak Domba Allah’, juga diberikan
kepada kematian agar kita dapat menemukan kehidupan.

Pengorbanan putra Ibrahim adalah untuk mengarahkan kita dalam pemikiran kita kepada Isa al Masih
Kita lihat di Tanda 3 Ibrahim bahwa tempat Ibrahim
(AS) diuji dengan pengorbanan putranya adalah Gunung Moriah. Tetapi seekor
domba pada saat terakhir dikorbankan sebagai ganti
putranya. Seekor domba mati agar putra Ibrahim bisa
hidup. Gunung Moriah adalah tempat yang sama di mana Isa (AS) diberikan untuk pengorbanan. Itu
adalah sebuah Tanda untuk membuat kita berpikir tentang Isa Al Masih (AS)
yang diberikan untuk pengorbanan dengan menunjuk ke lokasi . Di sini dalam Tanda Musa ini kita menemukan
petunjuk lain untuk peristiwa yang sama – penyerahan Isa (SAW) untuk
pengorbanan – dengan menunjuk pada hari di
kalender Kurban Paskah. Pengorbanan anak domba
sekali lagi digunakan untuk menunjuk pada peristiwa yang
sama. Mengapa? Kita lanjutkan dengan Tanda Musa berikutnya untuk
mendapatkan pemahaman lebih lanjut. Tanda ini adalah
pengukuhann Hukum di Gunung Sinai.
Tetapi untuk menyelesaikan cerita ini, apa yang
terjadi pada Firaun? Seperti yang kita baca dalam petikan dari Taurat ,
dia tidak mengindahkan peringatan itu dan putra sulungnya (pewaris tahta
kerajaan) meninggal malam itu. Jadi dia akhirnya membiarkan orang Israel
meninggalkan Mesir. Tapi kemudian dia berubah pikiran dan
mengejar mereka ke Laut Merah. Di sana TUHAN membuat orang Israel
melewati Laut, tetapi Firaun tenggelam bersama
pasukannya. Setelah sembilan wabah, kematian Paskah, dan
hilangnya pasukan, Mesir sangat berkurang dan tidak pernah lagi mendapatkan
kembali statusnya sebagai kekuatan utama dunia. Allah telah menghakiminya.
Kamis, 16 Januari 2020
DIMANA TUHAN ???
Arti
kata sermon
Sermon berarti kb. 1 khotbah. 2 nasehat, wejangan
Dimanakah Tuhan ketika kita
berada ditengah-tengah kesulitan?
Dimana kita bisa menemukan
kekuatan untuk mengatasi ketakutan, tragedy, bencana dan kesedihan? Untuk apa
sesungguhnya kita bergantung kepada Tuhan?
Sampai manakah kiat dapat bergantung kepada Tuhan? Apakah DIA
seseorang yang sungguh dapat kita andalkan baik pada saat kesukaran maupun
bahagia?
Tragedy, Bencana, Kesedihan:
Dimanakah Tuhan?
Tuhan adalah pencipta alam semesta yang rindu agar kita mengenal
DIA. Itulah alasan kita ada disini. Ini adalah kerinduanNya bahwa kita
bergantung kepadaNya dan mengalami kekuatanNya, cintaNya, keadilanNya,
kekudusanNya, dan kelemahlembutanNya. Dia kepada mereka yang rindu dating
padaNya, "Datangalg padaKu".
Tidak seperti kita, Tuhan tahu apa yang akan terjadi besok,
minggu depan, tahun depan, dan dekade berikutnya. Dia berkata " Akulah
Allah, dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan pada mulanya hal
yang kemudian"1. Dia tahu apa yang akan terjadi di dunia. Yang lebih penting,
Dia tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu dan Dia bisa ada untukmu. Jika kau
memilih Dia untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia memberitahu kita bahwa Dia bisa
menjadi "tempat perlindungan dan kekuatan"2, pertolongan
yang selalu ada dalam masa-masa sulit. Tetapi kita harus membuat usaha yang
sungguh-sungguh untuk mencariNya. Dia berkata " Apabila saudara mencari
Aku, saudara akan menemukan Aku, apabila saudara mencari Aku dengan segenap
hati."3
Tetapi bukan berarti siapa yang mengenal Tuhan akan terhindar
dari masa-masa sulit. Hal itu tidak akan terjadi. Ketika sebuah serangan
teroris menyebabkan kematian dan penderitaan, siapa yang mengenal Tuhan akan
mengalami penderitaan ini juga. Tetapi ada kedamaian dan kekuatan yang
diberikan oleh kehadiran Tuhan. Salah satu pengikut Yesus Kristus berkata
seperti ini: "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami
habis akal, namun tidak putus asa, kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan
sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."4 Kenyataan
memberitahu kita bahwa kita akan mengalami masalah-masalah dalam kehidupan.
Bagaimanapun, jika kita menjalaninya sambil mengenal Tuhan, kita dapat bereaksi
terhadap masalah itu dengan cara pandang yang berbeda dan dengan kekuatan yang
bukan dari diri kita.
Tidak
ada masalah yang tidak dapat diatasi oleh Tuhan. Dia lebih besar daripada semua
masalah yang menimpa kita, dan kita tidak dibiarkan menghadapi masalah tersebut
sendirian.
Firman Tuhan berkata "TUHAN itu baik; Ia adalah tempat
pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung
kepada-Nya."5 Dan, "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru
kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia
melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka
minta tolong dan menyelamatkan mereka."6
Tuhan Yesus memberitahu pengikutNya kata-kata yang melegakan
ini: "Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari
padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan saudara, rambut
kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah saudara takut, karena
saudara lebih berharga dari pada banyak burung pipit."7 Jika
saudara bersungguh-sungguh datang kepada Tuhan, Dia akan mengasihimu seperti
yang orang lain tidak pernah lakukan, dan sesungguhnya tidak ada orang yang
mampu memberikan kasih seperti itu.
Tragedi, Bencana, Kesedihan:
Kehendak Bebas Kita
Tuhan telah menciptakan manusia dengan kemampuan untuk memilih.
Ini artinya bahwa kita tidak dipaksa untuk memiliki hubungan dengan Tuhan. Dia
membiarkan kita menolak Dia dan kita juga dibiarkan untuk melakukan dosa juga.
Dia bisa memaksa kita untuk mencintaiNya. Kita bisa dibuatNya agar menjadi
baik. Tetapi, hubungan seperti apa yang akan kita miliki bersama Tuhan? Itu
bukanlah hubungan sama sekali, tetapi sebuah paksaan, kepatuhan yang
betul-betul dikontrol. Sebaliknya, Dia malah memberikan kita, harga diri
kehendak bebas manusia.
Secara manusiawi, kita menangis dari dalam jiwa
kita.."tetapi Tuhan, bagaimana bisa Kau membiarkan sesuatu yang besar ini
terjadi?
Bagaimana
tindakan Tuhan yang kita mau? Apakah kita mau Dia mengatur perbuatan
orang-orang? Dalam kasus serangan teroris, berapa jumlah kematian yang
diperbolehkan Tuhan? Apakah kita merasa lebih baik jika Tuhan mengijinkan
pembunuhan terhadap ratusan orang? Apakah mungkin Tuhan hanya mengijinkan
kematian satu orang saja? Tetapi, jika Tuhan mencegah pembunuhan terhadap satu
orang saja, tidak ada lagi kebebasan untuk dipilih. Orang memilih untuk
mengabaikan Tuhan, menyangkal Tuhan, mencari jalan mereka sendiri dan melakukan
perbuatan yang mengerikan terhadap yang lain.
Tragedy, Bencana, Kesedihan:
Dunia Kita
Planet ini bukanlah tempat yang aman. Seseorang mungkin menembak
kita. Atau, kita mungkin ditabrak oleh sebuah mobil, atau, kita mungkin harus
meloncat dari sebuah gedung karena diserang oleh teroris-teroris. Atau berbagai
hal mungkin terjadi kepada kita di lingkungan yang kejam yang disebut sebagai
bumi. Tempat dimana kehendak Tuhan tidak selalu dijalankan.
Tetapi, Tuhan tidak berada didalam pengampunan setiap orang,
tetapi sebaliknya. Untungnya, Kita berada dalam pengampunanNya. Inilah Tuhan
yang menciptakan alam semesta dengan bintang yang tak terhitung banyaknya, yang
mengatakan dengan mudah kata-kata ini, "Jadilah benda-benda penerang pada
cakrawala"8 inilah Tuhan yang mengatakan bahwa Dia "memerintah
seluruh bumi."9 kekuatanNya dan kebijaksanaanNya tidak terbatas. Walaupun
masalah-masalah sepertinya mustahil untuk kita lewati, kita mempunyai Tuhan
yang luar biasa yang mengingatkan kita, "Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah
segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?"10 bagaimanapun,
Dia mampu menjaga kebebasan manusia yang berdosa, tetapi tetap membawa
kehendakNya. Tuhan dengan tegas berkata, "Aku telah mengatakannya, maka
Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak
melaksanakannya."11 Dan kita bisa
membayangkan kenyamanan dari hal itu jika hidup kita diserahkan kepadaNya.
"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah
hati."12
Ketakutan, Tragedy, Bencana:
Dimana Tuhan sekarang?
Banyak dari kita--bukan, kita semua--memilih untuk bersikeras
pada Tuhan dan jalanNya. Dibandingkan dengan yang lain, tentu saja dibandingkan
dengan terroris, kita mungkin menganggap diri kita dihormati, disayang oleh
orang-orang. Tetapi dengan kejujuran yang polos dari hati kita, jika kita
menghadap Tuhan, kita menghadapNya dengan segala dosa yang kita ketahui. Ketika
kita mulai untuk menyapa Tuhan dalam doa kita, apakah pernah terlintas,
terhenyak oleh pemikiran bahwa Tuhan mengetahui pikiran kita, tindakan, dan
keegoisan kita? Kita telah...dengan tindakan dan kehidupan kita...menjauhkan
diri kita dari Tuhan. Kita sering menjalani hidup kita seolah-olah kita bisa
menjalaninya dengan baik tanpa Tuhan. Alkitab berkata bahwa "Kita sekalian
sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,"13
Akibatnya? Dosa kita telah memisahkan kita dari Tuhan, dan dosa
itu mempengaruhi lebih banyak didalam kehidupan kita. Hukuman bagi dosa kita
adalah kematian, atau terpisah selamanya dari Tuhan. Bagaimanapun, Tuhan telah
menyediakan sebuah jalan bagi kita untuk diampuni dan mengenal Tuhan.
Kekuatan dari Dalam Melalui
Kasih Tuhan
Tuhan datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. "Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke
dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh
Dia."14
Tuhan
mengerti penderitaan dan kesusahan yang kita alami di dunia ini. Yesus
meninggalkan kenyamanan dan keamanan di surga, dan memasuki lingkungan keras yang
kita tinggali. Yesus merasakan lelah, lapar dan haus, mendapat tuduhan dari
orang-orang, dijauhi oleh keluarga dan teman-temanNya. Tetapi Yesus mengalami
lebih berat dari penderitaan sehari-hari. Yesus, anak Allah dalam bentuk
manusia, dengan kerelaan menanggung segala dosa kita dan menebus hukuman mati
yang seharusnya menjadi milik kita. "Demikianlah kita ketahui kasih
Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita."15 Dia
menjalani penyiksaan, sekarat, dan kematian yang memalukan di atas kayu salib
agar kita dapat diampuni.
Yesus memberitahu kepada yang lain terlebih dahulu bahwa Dia
akan disalibkan. Dia berkata bahwa tiga hari sesudah kematianNya, Dia akan
hidup kembali, dan membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Dia tidak berkata bahwa
Dia akan terlahir kembali suatu hari. (siapa yang tahu jika Dia benar
melakukannya?) Dia berkata tiga hari setelah Dia dikuburkan Dia akan
menunjukkan diriNya bahwa Dia hidup kepada orang-orang yang melihat
penyalibanNya. Pada hari yang ketiga, kubur Yesus ditemukan kosong dan banyak
orang yang bersaksi bahwa mereka melihat Dia hidup.
Dia menawarkan kepada kita kehidupan kekal. Kita tidak memiliki
ini. Kehidupan kekal adalah pemberian Tuhan yang ditawarkan kepada kita., yang
kita dapatkan ketika kita meminta Dia untuk memasuki kehidupan kita.
"Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus."16 Hal
ini cukup sederhana. "Tuhan telah memberikan hidup yang kekal kepada kita,
dan hidup ini ada didalam anakNya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki
hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."17 Dia
ingin masuk dalam hidup kita.
Kekuatan dari Dalam Melalui
Rencana Tuhan
Bagaimana dengan surga? Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah
" memberikan kekekalan dalam hati mereka"18 mungkin
karena itu kita mengetahui dunia yang begitu indah didalam hati kita. Kematian
orang yang kita cintai meyakinkan kita bahwa ada sesuatu yang sangat salah
dengan hidup ini dan dunia ini. Disuatu tempat, jauh di kedalaman jiwa kita,
kita tahu bahwa pasti ada tempat yang lebih baik untuk ditinggali, bebas dari
sakit hati, kesulitan, dan penderitaan. Tentu saja, Tuhan punya tempat yang
lebih baik. Dia menawarkan kepada kita. Tempat ini mempunyai cara yang sangat
berbeda yang dimana kehendakNya selalu dilakukan sepanjang waktu. Di tempat
ini, Tuhan akan menghapus air mata dari mata semua orang. Dan Ia akan menghapus
segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada
lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita."19 "Dan
Tuhan, oleh rohNya, akan tinggal didalam orang yang telah ditebus dosanya"20
Kejadian-kejadian yang disebabkan oleh serangan teroris cukup
menakutkan. Menolak hubungan pribadi dengan Tuhan yang ditawarkan oleh Yesus
kepadamu adalah hal yang lebih menakutkan. Tidak hanya didalam kehidupan abadi,
tetapi tidak ada hubungan yang sebanding dengan pengenalan akan Tuhan sendiri
di dalam hidup ini. Dialah tujuan hidup kita. Sumber ketenangan kita,
kebijaksanaan kita didalam saat-saat yang membingungkan, kekuatan dan harapan
kita. "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah
orang yang berlindung pada-Nya"21
Ada yang mengatakan bahwa Tuhan hanyalah penyangga/penopang.
Tetapi sepertinya, Hanya Tuhan yang memang dapat dijadikan tempat untuk
bersandar.
Yesus berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai
sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang
diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."22 Untuk
siapapun yang percaya kepada Kristus sepanjang hidupnya, Dia berkata bahwa hal
tersebut seperti membangun hidupmu di atas batu. Apapun masalah yang menimpamu
didalam kehidupan ini, Dia akan membuatmu tetap kuat.
Kekuatan dari Dalam Melalui
Anak Allah
Saudara bisa menerima Yesus kedalam hidupmu sekarang juga. "
Tetapi semua orang yang menerimanya diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namanya."23 Hanya
melalui Yesus kita bisa kembali kepada Allah. Yesus berkata "Akulah jalan
dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa , kalau
tidak melalui Aku."24 Yesus menawarkan,
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk, jikalau ada orang yang
mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya"25
Sekarang
juga saudara bisa meminta Tuhan untuk memasuki hidupmu. Saudara bisa memintanya
melalui doa. Doa berarti berbicara dengan jujur kepada Tuhan. Pada kesempatan
ini, saudara bisa memanggil Tuhan dengan berkata seperti ini dengan penuh
kesungguhan:
Tuhan, didalam hatiku aku telah berpaling dariMu, tetapi aku mau
mengubahnya. Aku ingin mengenalMu. Aku ingin menerima Yesus Kristus dan
pengampunanNya kedalam hatiku. Aku tidak mau terpisah dariMu lagi. Jadilah
Tuhan dalam hatiku dari hari ini sampai selama-lamanya. Terima kasih Tuhan.
Apakah saudara telah meminta dengan sungguh-sungguh agar Tuhan
memasuki hidupmu? Jika sudah, saudara punya banyak hal yang dapat dilihat
sekarang. Tuhan berjanji untuk membuat hidupmu yang sekarang menjadi luar biasa
melalui pengenalan akan Tuhan.26 Dimanakah
Tuhan? Dia berjanji untuk tinggal didalam hatimu.27 Dan
Dia memberikan hidup yang kekal kepadamu.28
Tidak perduli apa yang terjadi disekitarmu, Tuhan selalu ada
untukmu. Walaupun orang-orang tidak mengikuti jalan Tuhan, Tuhan mampu
mengatasi keadaan yang menakutkan dan membuat rencanaNya terwujud. Jika saudara
adalah milik Tuhan, saudara bisa berpegang pada janji yang berkata, "Kita
tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah"29
Tuhan Yesus berkata, "Damai sejahtera Kuberikan bagimu;
tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar
hatimu. Dalam dunia saudara menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu;
Aku telah mengalahkan dunia."30 Dia
berjanji tidak akan pernah membiarkan kita dan meninggalkan kita.31
Untuk bertumbuh dalam pengetahuanmu tentang Tuhan dan
kehendaknya untuk hidupmu, bacalah kitab surat Matius, Markus, Lukas, dan
Yohanes di Alkitab.
mannab1010@gmail.com
mannab1010.blogspot.com
Langganan:
Komentar (Atom)
Kubur telah kosong Para wanita melihat Kubur Yesus bangkit Bersama Malaikat Markus 16:1-8 Kebangkitan Tuhan Kita: Mingg...
-
Kubur telah kosong Para wanita melihat Kubur Yesus bangkit Bersama Malaikat Markus 16:1-8 Kebangkitan Tuhan Kita: Mingg...
-
MUSA Perlindungan Tuhan "JANGAN TERLALU TAKUT TERHADAP VIRUS CORONA" Mazmur pasal 91:1-16 adalah Mazmur yang ditulis...
-
KOTBAH HARI MINGGU KE VI PRAPASKAH MINGGU, 1 MARET 2020 di GPIB KK MEDAN. THEMA SINODE: PENCOBAAN TUBUH DAN ROH SEBAGAI PENDIDIKAN...






