Selasa, 28 Januari 2020






Lukas 12 : 1 - 10
 Tanggal: Minggu, 26 Januari 2020
Thema SINODE: Jujur adalah buah takut akan Tuh
an

Ciri khas Injil Lukas sebagian besar mengandung banyak episode dan perumpamaan disebut juga sebagai Injil SINOPSIS. Knp dikatakan Injil Sinopsis??, Karena memiliki kesamaan dgn Injil Matius dan Markus. Dan merupakan hasil riset pribadinya. Sekalipun demikian, bagian ini menyajikan ajaran Tuhan Yesus pada tahun terakhir pelayanan-Nya.

Setelah kita baca Injil Lukas 12 ini yi: perikop 1-10, kita temui kata-kata yg penting dlm kehidupan se-hari2 yi: RAGI, KEMUNAFIKAN, TAKUT, MEMBUNUH, MENGHUJAT.

Sedang thema dari SINODE: Jujur adalah buah takut akan Tuhan,
Hal ini berkaitan dgn munafik..krn biasanya org munafik tdk jujur.
Krn ketdk jujuran/kebohongan seseorang, bisa membuat org tsb menjadi mala petaka. Mungkin msh kita ingat peristiwa sebelum pilpres thn 2019 yg lalu, ada seseorang utk mendapatkan simpasan dari teman2nya, dia berani berbohong..Wajahnya lebam katanya karena dikeroyok sekelompok orang, pdhal setelah diselidiki krn OPERASI PLASTIK, akhirnya org tsb menanggung akibatnya diadili dan di hukum.

Tadi pd Nats Pembimbing pd Gal.5:9 mengatakan: “SEDIKIT RAGI SUDAH MENGKHAMIRKAN SELURUH ADONAN” Arti menghkhamirkan adalah MERUSAK..
 
Mengapa Tuhan Yesus mengumpamakan kemunafikan orang Farisi sama seperti RAGI.? Karena sifat munafik itu seperti ragi yang gampang menulari dan pada akhirnya merusak karakter orang lain. Sebagai pemimpin agama yang memiliki otoritas mudah sekali bagi mereka untuk menyalahgunakan otoritas itu, dengan menipu para pengikutnya, dan kdg kala para pengikut ikut-ikutan jadi munafik.
Tuhan Yesus mengingatkan para murid2Nya bahwa kemunafikan, suatu waktu akan terbongkar (2-3). Apa yang ditutupi oleh manusia, akan dibuka oleh Allah yang melihat ke dalam hati. Maka, hukuman berat akan menimpa mereka karena kemunafikannya menyesatkan org lain & menjadikan org lain tsb sm dgn mereka, ikut munafik..!
Bahkan Yesus dengan keras menyatakan sikap menyesatkan orang lain dari kebenaran tidak beda dengan menghujat Roh Kudus (10).
Menghujat Roh Kudus di sini harus dimengerti sebagai menolak
menerima pengajaran dari Sang Sumber dan Sang Pengajar Kebenaran sehingga memalsukan kebenaran dan pada akhirnya menyesatkan orang lain dengan kebenaran yang palsu tersebut.
Tuhan Yesus mengingatkan para murid agar jangan takut kepada para pemimpin sedemikian yang seolah memiliki kuasa untuk mengucilkan bahkan membunuh mereka (4). Tuhan sendiri yang akan menghakimi mereka (5).

Tuhan sendiri menjanjikan akan melindungi murid-murid-Nya dari para pemimpin seperti itu, bahkan akan memberi hikmat pada saatnya untuk menghadapi tuduhan mereka (11-12).

Peringatan Tuhan Yesus ditujukan kepada para murid, berarti juga kepada kita sekalian. Bisa jadi kita pun tertular kemunafikan
orang Farisi, yang mementingkan penampilan dan prestise semata.
Melakukan hal tersebut karena takut dikucilkan,atau bahkan mendapat aniaya. Ingat, bila kita terseret kepada kemunafikan, bukan hanya diri kita yang dirugikan. Orang-orang yang ada di sekeliling kita, yang mempercayai kita sebagai pengikut Tuhan pun akan ikut tersandung.

Yesus mencela kemunafikan orang Farisi, dan memperingatkan murid-Nya untuk berhati-hati agar dosa ini tidak memasuki kehidupan dan pelayanan mereka.
1. 1) Kemunafikan berarti memperlihatkan sikap dan tindakan yang tidak sesuai dengan perbuatannya -- misalnya: bertindak di hadapan umum sebagai seorang percaya yang saleh dan setia, padahal sedang menaruh dosa yang tersembunyi, kedursilaan, ketamakan, nafsu, atau ketidakadilan lainnya. Orang munafik adalah seorang penipu dalam hal kebenaran yang dapat dilihat
(lihat ttg GURU-GURU PALSU).
2. 2) Karena kemunafikan menyangkut hidup dalam dusta, maka itu membuat seseorang menjadi rekan kerja dan sekutu Iblis, bapa segala dusta (Yoh 8:44).
3. 3) Yesus memperingatkan murid-murid-Nya bahwa segala kemunafikan dan dosa yang tersembunyi akan dibuka, jika tidak dalam hidup sekarang, pastilah pada hari penghakiman (lih. Rom 2:161Kor 3:13; 4:5Wahy 20:12). Apa yang dilakukan secara rahasia di balik pintu yang tertutup pada suatu saat akan disingkapkan secara terang-terangan (ayat Luk 12:2-3).
4. 4) Kemunafikan adalah suatu tanda bahwa seseorang tidak takut akan Allah (ayat Luk 12:5) dan tidak memiliki Roh Kudus dengan kasih karunia pembaharuannya (lih. Rom 8:5-141Kor 6:9-10Gal 5:19-21Ef 5:5). Sementara tinggal dalam kondisi demikian, seseorang tidak dapat "meluputkan diri dari hukuman neraka" (Mat 23:33).

Sungguh suatu pengajaran yang luar biasa indah khusus bagi murid-murid Tuhan Yesus. Ajaran tersebut juga ditujukan kpd kita semua dan sgt relevan hingga saat ini. Kita harus waspada akan ajaran2 yang menyimpang, tetaplah menjadi pelaku-pelaku Firman, hidup kita pun harus bercahaya seperti terang & garam, dan kita tidak boleh takut terhadap ancaman-ancaman dan tekanan-tekanan dari manusia. Kita harus tetap berdiri teguh dan tidak menyangkal Tuhan Yesus. Ketika kita mau tunduk dan melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, maka Tuhan akan memampukan untuk menjalani semua aktivitas kita masing2 .
TUH

Selasa, 21 Januari 2020

TAKUT


RENUNGAN: Yesaya 41:10
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
(Yes 41:10 )

Janji Tuhan kepada Israel telah terbukti dalam sejarah. Israel yang kecil dan tidak berdaya itu hanya bisa survive karena janji Tuhan yang maha kuasa. Imperium adidaya Babel, Persia, Romawi semuanya punah, namun Israel tetap ada di tanah perjanjian yakni Tanah Israel, hanya karena penyertaan Tuhan dengan tangan yang kuat sehingga janji berkat Tuhan bagi semua bangsa terlaksana.
Allah Israel itu adalah Bapa kita dalam Yesus Kristus Tuhan kita yang telah menebus kita dengan kematian Anak-Nya Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah dan berkuasa di sorga dan di bumi.
Tuhan itu telah berjanji menyertai, meneguhkan, menolong dan membela kita sementara kita menjadi saksi-Nya di dunia yang dikuasai oleh Iblis musuh-Nya.
Janji penyertaan itu bahkan lebih dahsyat karena dimeteraikan dengan Roh Kudus yang tetap tinggal dalam diri kita masing-masing  ketika kita memercayakan diri kepada Tuhan Yesus sekali untuk selamanya.
Urusan kita sekarang hanya tetap percaya dan mengikuti pimpinan Roh Kudus itu langkah demi langkah dalam hidup nyata setiap hari untuk melakukan segala perintah Kristus.
Hasil akhir sudah Tuhan tentukan yakni sorak sorai kemenangan pada waktu Tuhan datang kembali menjemput kita.
Karena itu jika ada di antara kita sekarang ini yang sangat tertekan oleh Iblis, dunia dan daging sehingga merasa terpuruk dan tidak berdaya, Tuhan  hendak mengajar dan menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita tempuh, Tuhan hendak memberi nasihat, mata-Nya tertuju kepada kita.
Mari kita bangkit dan berjalan mengikuti pimpinan Roh Tuhan itu, pastilah kita sampai di garis akhir dengan berkemenangan.
Tuhan Yesus memberkati !!!.

Minggu, 19 Januari 2020

SEJARAH PASKAH




Paskah dan Sejarahnya 


 Paskah telah dirayakan sebelum gereja mengenal tradisi perayaan Paskah. Sejak abad ke-2, Paskah merupakan perayaan Kristen yang paling penting. Peristiwa Paskah adalah dasar, titik tolak, dan pusat iman Kristen. Keempat Injil dan seluruh kitab Perjanjian Baru mencatat terjadinya peristiwa Paskah, yaitu hari Kebangkitan Yesus dari kubur. Rasul Paulus menuliskan, "Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sia jugalah kepercayaan kamu." (1Kor.15:14).

·         Paskah Perjanjian Lama
Di dalam Perjanjian Lama, Paskah atau "Passover" atau "Pesakh" (Ibrani) atau "Pascha" (Yunani) adalah perayaan pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir, di mana pada saat itu diadakan upacara "roti tidak beragi" dan "persembahan anak sulung" dengan "upacara korban domba paskah", dan merupakan perintah Tuhan agar dikenang oleh Musa dan bani Israel ( Kel 12:14,17,21). Pada masa lalu, umat Allah merayakan Paskah dalam berbagai lambang, karena seperti yang dinyatakan dalam Kolose 2:17 dan Ibrani 10:1, hari raya pada masa Perjanjian Lama adalah bayangan dari apa yang akan datang, dan wujudnya adalah Kristus. Pada masa kini, Gereja Tuhan di seluruh dunia merayakan Paskah dalam arti yang sesungguhnya dan sempurna yaitu Kristus Anak Domba Paskah (1 Kor 5:7-8).

·         Paskah Perjanjian Baru
Sejalan dengan makna Paskah dalam Perjanjian Lama, Paskah dalam Perjanjian Baru menunjukkan kasih, anugerah, dan kuasa Allah yang meluputkan umat milik-Nya dari kutuk dan maut, membebaskan orang percaya dari perbudakan dosa serta memberikan kepastian kebangkitan kekal di akhir zaman, melalui kebangkitan Kristus. Peristiwa penyaliban, kematian dan kebangkitan Kristus bukan saja mempunyai makna keluaran yang sama dengan Paskah Yahudi. Upacara perjamuan makan "Roti tidak Beragi" yang diadakan pada hari Jumat malam kemudian menjadi "Upacara Perjamuan Malam" yang dilakukan oleh Yesus dan rasulnya. Upacara perjamuan itu kemudian dijadikan peringatan "jumat agung" dalam kalender Kristen. Sekalipun begitu, upacara makan roti perjamuan juga dirayakan setiap umat bertemu dalam persekutuan. Upacara makan roti perjamuan itu menyiapkan penebusan Yesus, dimana Ia menjadi "Dombah Paskah" disalibkan (Yoh.20:1,19,26Kis.20:1Kor.16:2;Wah.1:10). Perayaan mingguan mengenang kebangkitan Yesus inilah yang membuktikan dengan jelas bahwa peristiwa kebangkitan Yesus terjadi dalam sejarah, dalam ruang dan waktu, sebab dalam perayaan "Sabat" yang begitu ketat diikuti oleh umat yahudi dalam praktik umat kristiani (terutama Yahudi Kristen) telah bergeser menjadi "Hari Tuhan" yaitu kenangan akan hari kebangkitan.

·         Paskah Tradisi Yahudi
Dalam tradisi Yahudi yang lazim sampai saat ini, kepala keluarga mengucapkan puji-pujian lalu mengedarkan cawan anggur pertama. Makanan kecil disajikan sebagai hidangan pendahuluaan. Kemudian cawan anggur yang kedua diedarkan. Lalu ada seorang anak laki-laki harus bertanya, "Apa arti semua upacara ini?" kepala keluarga menjawab dengan membacakan kitab Ulangan 26:5-11. Pembacaan kitab suci kemudian disambut dengan menyanyikan salah satu Mazmur, biasanya mazmur 113-118. Sesudah kepala keluarga membagikan roti yang tidak beragi, daging anak domba dan kuah pahit, lalu cawan anggur yang ketiga diedarkan. Setelah semua selesai makan, mereka menyanyikan bagian kedua dari Mazmur. Biasanya nyanyian-nyanyian itu diakhiri dengan mengulang beberapa ayat tertentu. Perayaan ini diakhiri dengan cawan anggur keempat sebagai cawan perpisahan. Perjamuan Paskah Yahudi seperti itulah yang dirayakan Yesus bersama murid-murid-Nya seperti yang dicatat dalam Injil Lukas 22.

·         Penetapan tanggal Paskah
Tanggal untuk hari Paskah setiap tahun selalu berubah dan tidak sama. Berbeda dengan hari Natal, Paskah tidak punya tanggal yang tetap, bulannya pun tidak tetap. Kadang bulan Maret, kadang bulan April. Mengapa begitu? Gereja mula-mula tidak pernah direpotkan dengan persoalan tanggal Paskah. Mereka merayakan Paskah setiap hari Minggu, yaitu hari terjadinya peristiwa kebangkitan Yesus. Bagi mereka, setiap hari Minggu adalah hari Paskah. Baru pada abad kedua mulai mengkhususkan hari Minggu tertentu untuk dirayakan sebagai hari Paskah setahun sekali. Persoalan yang timbul kemudian, tanggal manakah yang sebaiknya dipilih sebagai hari Paskah tahunan itu? Jemaat Kristen Yahudi berpendapat, bahwa Paskah sebaiknya dirayakan sebagai pengganti Paskah Yahudi. Jadi, tanggalnya adalah hari ke-14 dalam bulan Nisan (bulan pertama dalam kalender Yahudi sesudah pembuangan babel bersamaan dengan bulan Maret dalam kelender Masehi), tanpa mempersoalkan hari. Lain halnya dengan jemaat-jemaat Kristen yang berasal dari bangsa-bangsa non-Yahudi. Mereka berpendapat bahwa Paskah dirayakan pada hari Minggu. Yang masalahnya hari Minggu yang mana? Pada tahun 325, dalam persidangan gereja di Nicea, ditetapkan dengan resmi sebuah patokan bersama untuk menetapkan tanggal peringatan Paskah. Patokan itu adalah Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama sesudah bulan purnama yang jatuh pada tanggal 21 Maret atau sesudahnya, yaitu tanggal permulaan musim semi, apabila bulan purnama itu jatuh pada hari Minggu, Paskah akan dirayakan pada hari Minggu berikutnya. Keputusan tersebut dipegang terus oleh semua gereja di dunia hingga saat ini. Dengan patokan itu, setiap tahun Paskah jatuh antara tanggal 22 Maret - 27 April. Kalau Paskah sudah kita ketahui, akan mudah menentukan hari raya gerejawi lain di sekitar Paskah, seperti Jumat Agung (tiga hari sebelum Paskah), kenaikan Tuhan Yesus (40 hari sesudah Paskah), dan Pentakosta (50 hari sesudah Paskah).
·         Penetapan ibadah Minggu
Hari kebaktian yang ditetapkan oleh sepuluh perintah Allah adalah sabat, yaitu hari ketujuh, atau sekarang disebut hari Sabtu. Gereja mula-mula pun berbakti pada hari Sabtu. Namun, kemudian gereja mengalihkan kebaktiannya pada hari Minggu. Perubahan ini terjadi tidak terlalu lama sesudah kebangkitan Yesus. (kis 20:71 Kor 16:2). Perubahan kebaktian dari Sabtu menjadi Minggu ini merupakan satu keputusan yang drastis, mengingat pada waktu itu kebanyakan terdiri dari orang-orang Yahudi, yang ingin terus memegang tradisi Sabat. Dasar perubahan itu adalah bahwa hari Sabat (Sabtu) adalah bayangan dari apa yang harus datang, dan mereka memandang kebangkitan Kristus sebagai peristiwa yang besar sehingga mereka merayakannya setiap hari Minggu. Pada akhir abad pertama, gereja lazim menyambut hari Minggu sebagai "hari Tuhan" sebutan ini kita temui dalam Wahyu 1:10, sebutan "hari Minggu" dalam bahasa kita sebenarnya juga berarti "hari Tuhan" sebab kata Minggu itu sendiri berasal dari kata Portugis "Dominggo" yang artinya Hari Tuhan. Karena gereja mula-mula selalu merayakan hari Minggu sebagai hari kebaktian atau ibadah, lambat laun kebiasaan itu diterima oleh masyarakat pada tahun 321, Kaisar Kostantinus dengan undang-undang menetapkan hari minggu sebagai hari libur di seluruh wilayah kekaisarannya. Dari ketetapan itu, yang kemudian mendunia (Universal), kini dunia mengenal hari Minggu sebagai hari libur.

                                          ===AMIN===

mannab1010@gmail.com
mannab1010.blogspot.com

Jumat, 17 Januari 2020

NABI MUSA


Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.
                                                                                                                                                            


Tanda 1 (Kenabian) Musa: Paskah
Sekitar 500 tahun telah berlalu sejak Nabi Ibrahim AS dan itu sekitar 1500 Sebelum Masehi (SM). Setelah Ibrahim meninggal, keturunannya melalui putranya Ishak, sekarang disebut kaum Israel, telah berkembang manjadi sejumlah besar orang, dan mereka juga menjadi budak di Mesir. Ini terjadi karena Yusuf, cicit Ibrahim (AS) dijual sebagai budak ke Mesir dan setelah bertahun-tahun kemudian, keluarganya mengikuti.   Ini semua dijelaskan dalam Kejadian 45-46 – Kitab Pertama Musa dalam Taurat.
Jadi sekarang kita sampai pada Tanda-tanda Nabi besar lainnya – Musa (AS) – diceritakan dalam Kitab Taurat kedua . Musa (AS) telah diperintahkan oleh TUHAN untuk menemui Firaun di Mesir dan hal itu mengakibatkan persaingan antara Musa (AS) dan para ahli sihir dari Firaun. Kontes ini telah menghasilkan sembilan wabah terkenal atau bencana terhadap Firaun yang merupakan tanda baginya. Tetapi Firaun belum menyerahkan diri pada kehendak TUHAN dan tidak menaati tanda-tanda ini.
Surah An-Nazi’at (Surah 79‒Malaikat yang Mencabut) menggambarkan peristiwa-peristiwa tersebut dengan cara berikut:
 Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa. Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa; “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?” Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (Surah an-Nazi’at 79:15-20)
Surah Al-Muzzammil (Surah 73‒Orang yang Berselimut) menggambarkan tanggapan Firaun:
 Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.(Surah Al-Muzzammil 73:16)
Apa ‘Tanda Besar’ Musa yang disebutkan dalam Surah An-Naziat dan apa ‘hukuman berat’ atas Firaun yang dijelaskan dalam Aurah Al-Muzzammil? Keduanya, baik Tanda dan Hukuman ada dalam azab ke-10.
Wabah ke-10
Jadi Allah akan membawa wabah (bencana) ke 10 dan yang paling menakutkan. Pada titik ini Taurat memberikan persiapan dan penjelasan sebelum wabah ke-10 datang. Al-Qur’an juga merujuk pada poin ini dalam catatan dengan ayat berikut
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya, “Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir.”
Dia (Musa) menjawab, ”Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir‘aun.” (Surah 17 Isra, The Night Journey: 101-102)
Jadi Firaun ‘ditakdirkan untuk dihancurkan’. Tetapi bagaimana ini bisa terjadi? Allah sebelumnya telah mengirim kehancuran dengan berbagai cara. Bagi orang-orang pada zaman Nuh seluruh dunia tenggelam dalam banjir, dan bagi istri Lut itu berubah menjadi tiang garam. Tetapi kehancuran ini berbeda karena itu juga harus menjadi Tanda bagi semua orang – suatu Tanda Besar. Seperti yang dikatakan Alquran
Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (Surat 79:20)
Anda dapat membaca penjelasan tentang Wabah ke-10 dalam Keluaran Taurat di tautan sini . Ini adalah akun yang sangat lengkap dan ini akan membantu Anda dalam lebih memahami penjelasan di bawah ini.
Domba Paskah Menyelamatkan dari Maut
Kitab suci ini memberi tahu kita bahwa kehancuran yang ditetapkan oleh Allah yaitu bahwa setiap anak sulung harus mati malam itu kecuali yang ada di sebuah rumah dimana tempat seekor anak domba dikorbankan dan darahnya dicat di tiang pintu rumah itu. Kehancuran Firaun, jika dia tidak patuh, yaitu bahwa putranya dan pewaris takhta akan mati. Dan setiap rumah di Mesir akan kehilangan putra sulungnya – jika mereka tidak patuh dengan mengorbankan seekor domba dan mengecat darahnya di tiang-tiang pintu mereka. Jadi Mesir menghadapi bencana nasional.
Tetapi di rumah-rumah di mana seekor anak domba telah dikorbankan dan darahnya dicat di tiang-tiang pintu, janjinya adalah bahwa setiap orang akan selamat. Penghakiman Allah akan melewati ataui melampaui rumah itu. Jadi hari ini Tanda disebut Paskah (karena kematian melampaui semua rumah di mana darah domba telah dicat di pintu-pintu). Tetapi bagi siapakah darah di pintu adalah suatu Tanda? Taurat mengatakan:
Tuhan berkata kepada Musa … ” … Akulah TUHAN. Darah [domba Paskah] akan menjadi tanda bagi kamu di rumah-rumah di mana kamu berada; dan ketika Saya melihat darah, Saya akan melewati (melampaui) kamu. (Keluaran 12:13)
Jadi, meskipun TUHAN sedang mencari darah di pintu, dan ketika Dia melihatnya, Dia akan melampauinya, darah itu bukanlah suatu Tanda bagi-Nya. Dikatakan bahwa darah adalah ‘tanda untuk kamu’ – orang-orang. Lebih jauhnya yaitu itu adalah Tanda bagi kita semua yang membaca akun ini di Taurat . Jadi bagaimana itu sebuah Tanda bagi kita? Setelah malam yang menentukan ini , TUHAN memerintahkan mereka untuk:
… Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah. (Keluaran 12:27)
Paskah Memulai Kalender Yahudi
Maka orang Israel diperintahkan untuk merayakan Paskah pada hari yang sama setiap tahun. Kalender Israel sedikit berbeda dari kalender Barat, jadi hari pada tahun itu berubah sedikit setiap tahun jika Anda melacaknya dengan kalender Barat, mirip dengan bagaimana Ramadhan bergeser, karena didasarkan pada panjang tahun yang berbeda, bergerak setiap tahun pada Kalender Barat. Tetapi sampai hari ini, masih 3500 tahun kemudian, orang-orang Yahudi terus merayakan Paskah setiap tahun untuk mengenang peristiwa ini sejak zaman Musa (AS) sebagai bentuk kepatuhan terhadap perintah yang diberikan oleh TUHAN di Taurat.
Gambaran kejadian modern ketika banyak anak domba disembelih untuk perayaan Paskah Yahudi mendatangGambaran kejadian modern ketika banyak anak domba disembelih untuk perayaan Paskah Yahudi mendatang
Berikut ini adalah gambaran modern tentang orang-orang Yahudi yang menyembelih domba untuk Paskah yang akan datang.   Ini mirip dengan perayaan Idul Adha.
Dalam melacak perayaan ini melalui sejarah, kita dapat mencatat sesuatu yang sangat luar biasa. Anda dapat melihat ini dalam Kitab Injil di mana ia mencatat rincian penangkapan dan pengadilan Nabi Isa al Masih (AS):
“Kemudian orang-orang Yahudi membawa Isa … ke istana gubernur Romawi [Pilatus] … untuk menghindari kenajisan seremonial, orang-orang Yahudi tidak memasuki istana; mereka ingin dapat makan Paskah “… [Pilatus] berkata [kepada para pemimpin Yahudi]” … Tetapi sudah menjadi kebiasaanmu bagiku untuk melepaskan kepadamu seorang tahanan pada saat Paskah . Apakah kamu ingin saya melepaskan ‘raja orang Yahudi’? [yaitu Yang Masih] “Mereka berteriak kembali,” Bukan bukan dia …”(Yohanes 18:28, 39-40)
Dengan kata lain, Isa al Masih (AS) ditangkap dan dikirim untuk dieksekusi pada hari Paskah dalam kalender Yahudi. Jika Anda ingat dari  Tanda 3 Ibrahim , salah satu sebutan (gelar) Isa diberikan kepadanya oleh Nabi Yahya (SAW) yaitu
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yohanes 1:29-30)
Isa (AS) Dikutuk pada Paskah
Di sini kita melihat keunikan dari Tanda ini. Isa (AS), ‘ Anak Domba Allah ‘, dikirim untuk dieksekusi (dikorbankan) pada hari yang sama ketika semua orang Yahudi yang hidup pada saat itu (33 M dalam kalender Barat) mengorbankan seekor domba untuk mengenang Paskah pertama yang terjadi 1500 tahun sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa perayaan Paskah Yahudi biasanya terjadi setiap tahun di minggu yang sama dengan Paskah – kenangan akan meninggalnya Isa al Masih – karena Isa (AS) dikirim untuk berkurban pada hari yang sama. (Paskah-Easter dan Paskah-Passover tidak pada tanggal yang sama persis karena kalender Yahudi dan Barat memiliki cara berbeda untuk menyesuaikan panjang tahun, tetapi biasanya pada minggu yang sama).
Sekarang pikirkan sebentar tentang apa yang ‘Tanda‘ bisa berikan. Anda dapat melihat beberapa tanda di bawah sini.
Apa yang dilakukan ‘Tanda’? Mereka adalah petunjuk dalam pikiran kita untuk membuat kita memikirkan sesuatu yang lain
 Ketika kita melihat tanda ‘tengkorak dan tulang’ itu membuat kita berpikir tentang kematian dan bahaya .Tanda ‘Lengkungan Emas’ seharusnya membuat kita berpikir tentang McDonalds . Tanda ‘√’ pada ikat kepala pemain tenis Nadal adalah tanda untuk Nike . Nike ingin kita memikirkan mereka ketika kita melihat tanda ini pada Nadal. Dengan kata lain, Tanda adalah petunjuk dalam pikiran kita untuk mengarahkan pemikiran kita ke objek yang diinginkan. Dengan tanda Musa (AS) ini, Allahlah yang telah memberikan tanda itu untuk kita. Mengapa Dia memberikan tanda ini? Nah tandanya, dengan waktu yang luar biasa dari domba yang dikorbankan pada hari yang sama dengan Isa harus menjadi petunjuk untuk pengorbanan Isa al Masih (AS).
BC: Sebelum Masehi (SM), AD: Masehi (M) Paskah adalah 'Tanda' dengan menunjuk pada pengorbanan Isa al MasihBC: Sebelum Masehi (SM), AD: Masehi (M)
Paskah adalah ‘Tanda’ dengan menunjuk pada pengorbanan Isa al Masih
Ini bekerja di pikiran kita seperti yang saya tunjukkan dalam diagram itu. Tanda itu ada di sana untuk mengarahkan kita pada penyerahan Isa al Masih. Pada Paskah pertama itu, domba-domba dikorbankan dan darah mengalir dan menyebar sehingga orang-orang dapat hidup.   Dan dengan demikian, Tanda yang menunjuk kepada Isa ini adalah untuk memberi tahu kita bahwa dia, ‘Anak Domba Allah’, juga diberikan kepada kematian agar kita dapat menemukan kehidupan.
Pengorbanan putra Ibrahim adalah untuk mengarahkan kita dalam pemikiran kita kepada Isa al Masih
Pengorbanan putra Ibrahim adalah untuk mengarahkan kita dalam pemikiran kita kepada Isa al Masih
Kita lihat di Tanda 3 Ibrahim bahwa tempat Ibrahim (AS) diuji dengan pengorbanan putranya adalah Gunung Moriah. Tetapi seekor domba pada saat terakhir dikorbankan sebagai ganti putranya.   Seekor domba mati agar putra Ibrahim bisa hidup.   Gunung Moriah adalah tempat yang sama di mana Isa (AS) diberikan untuk pengorbanan. Itu adalah sebuah Tanda untuk membuat kita berpikir tentang Isa Al Masih (AS) yang diberikan untuk pengorbanan dengan menunjuk ke lokasi . Di sini dalam Tanda Musa ini kita menemukan petunjuk lain untuk peristiwa yang sama – penyerahan Isa (SAW) untuk pengorbanan – dengan menunjuk pada hari di kalender Kurban Paskah.   Pengorbanan anak domba sekali lagi digunakan untuk menunjuk pada peristiwa yang sama. Mengapa? Kita lanjutkan dengan Tanda Musa berikutnya untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut. Tanda ini adalah pengukuhann Hukum di Gunung Sinai.
Tetapi untuk menyelesaikan cerita ini, apa yang terjadi pada Firaun?   Seperti yang kita baca dalam petikan dari Taurat , dia tidak mengindahkan peringatan itu dan putra sulungnya (pewaris tahta kerajaan) meninggal malam itu.  Jadi dia akhirnya membiarkan orang Israel meninggalkan Mesir.   Tapi kemudian dia berubah pikiran dan mengejar mereka ke Laut Merah.  Di sana TUHAN membuat orang Israel melewati Laut, tetapi Firaun tenggelam bersama pasukannya.   Setelah sembilan wabah, kematian Paskah, dan hilangnya pasukan, Mesir sangat berkurang dan tidak pernah lagi mendapatkan kembali statusnya sebagai kekuatan utama dunia. Allah telah menghakiminya.


Kamis, 16 Januari 2020

DIMANA TUHAN ???


Arti kata sermon
Sermon berarti kb. 1 khotbah. 2 nasehat, wejangan  

Dimanakah Tuhan ketika kita berada ditengah-tengah kesulitan?

Dimana kita bisa menemukan kekuatan untuk mengatasi ketakutan, tragedy, bencana dan kesedihan? Untuk apa sesungguhnya kita bergantung kepada Tuhan?


Sampai manakah kiat dapat bergantung kepada Tuhan? Apakah DIA seseorang yang sungguh dapat kita andalkan baik pada saat kesukaran maupun bahagia?

Tragedy, Bencana, Kesedihan: Dimanakah Tuhan?

Tuhan adalah pencipta alam semesta yang rindu agar kita mengenal DIA. Itulah alasan kita ada disini. Ini adalah kerinduanNya bahwa kita bergantung kepadaNya dan mengalami kekuatanNya, cintaNya, keadilanNya, kekudusanNya, dan kelemahlembutanNya. Dia kepada mereka yang rindu dating padaNya, "Datangalg padaKu".
Tidak seperti kita, Tuhan tahu apa yang akan terjadi besok, minggu depan, tahun depan, dan dekade berikutnya. Dia berkata " Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan pada mulanya hal yang kemudian"1. Dia tahu apa yang akan terjadi di dunia. Yang lebih penting, Dia tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu dan Dia bisa ada untukmu. Jika kau memilih Dia untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia memberitahu kita bahwa Dia bisa menjadi "tempat perlindungan dan kekuatan"2, pertolongan yang selalu ada dalam masa-masa sulit. Tetapi kita harus membuat usaha yang sungguh-sungguh untuk mencariNya. Dia berkata " Apabila saudara mencari Aku, saudara akan menemukan Aku, apabila saudara mencari Aku dengan segenap hati."3
Tetapi bukan berarti siapa yang mengenal Tuhan akan terhindar dari masa-masa sulit. Hal itu tidak akan terjadi. Ketika sebuah serangan teroris menyebabkan kematian dan penderitaan, siapa yang mengenal Tuhan akan mengalami penderitaan ini juga. Tetapi ada kedamaian dan kekuatan yang diberikan oleh kehadiran Tuhan. Salah satu pengikut Yesus Kristus berkata seperti ini: "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa, kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."4 Kenyataan memberitahu kita bahwa kita akan mengalami masalah-masalah dalam kehidupan. Bagaimanapun, jika kita menjalaninya sambil mengenal Tuhan, kita dapat bereaksi terhadap masalah itu dengan cara pandang yang berbeda dan dengan kekuatan yang bukan dari diri kita.
Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi oleh Tuhan. Dia lebih besar daripada semua masalah yang menimpa kita, dan kita tidak dibiarkan menghadapi masalah tersebut sendirian.
Firman Tuhan berkata "TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya."5 Dan, "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka."6
Tuhan Yesus memberitahu pengikutNya kata-kata yang melegakan ini: "Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan saudara, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah saudara takut, karena saudara lebih berharga dari pada banyak burung pipit."7 Jika saudara bersungguh-sungguh datang kepada Tuhan, Dia akan mengasihimu seperti yang orang lain tidak pernah lakukan, dan sesungguhnya tidak ada orang yang mampu memberikan kasih seperti itu.

Tragedi, Bencana, Kesedihan: Kehendak Bebas Kita

Tuhan telah menciptakan manusia dengan kemampuan untuk memilih. Ini artinya bahwa kita tidak dipaksa untuk memiliki hubungan dengan Tuhan. Dia membiarkan kita menolak Dia dan kita juga dibiarkan untuk melakukan dosa juga. Dia bisa memaksa kita untuk mencintaiNya. Kita bisa dibuatNya agar menjadi baik. Tetapi, hubungan seperti apa yang akan kita miliki bersama Tuhan? Itu bukanlah hubungan sama sekali, tetapi sebuah paksaan, kepatuhan yang betul-betul dikontrol. Sebaliknya, Dia malah memberikan kita, harga diri kehendak bebas manusia.
Secara manusiawi, kita menangis dari dalam jiwa kita.."tetapi Tuhan, bagaimana bisa Kau membiarkan sesuatu yang besar ini terjadi?
Bagaimana tindakan Tuhan yang kita mau? Apakah kita mau Dia mengatur perbuatan orang-orang? Dalam kasus serangan teroris, berapa jumlah kematian yang diperbolehkan Tuhan? Apakah kita merasa lebih baik jika Tuhan mengijinkan pembunuhan terhadap ratusan orang? Apakah mungkin Tuhan hanya mengijinkan kematian satu orang saja? Tetapi, jika Tuhan mencegah pembunuhan terhadap satu orang saja, tidak ada lagi kebebasan untuk dipilih. Orang memilih untuk mengabaikan Tuhan, menyangkal Tuhan, mencari jalan mereka sendiri dan melakukan perbuatan yang mengerikan terhadap yang lain.

Tragedy, Bencana, Kesedihan: Dunia Kita

Planet ini bukanlah tempat yang aman. Seseorang mungkin menembak kita. Atau, kita mungkin ditabrak oleh sebuah mobil, atau, kita mungkin harus meloncat dari sebuah gedung karena diserang oleh teroris-teroris. Atau berbagai hal mungkin terjadi kepada kita di lingkungan yang kejam yang disebut sebagai bumi. Tempat dimana kehendak Tuhan tidak selalu dijalankan.
Tetapi, Tuhan tidak berada didalam pengampunan setiap orang, tetapi sebaliknya. Untungnya, Kita berada dalam pengampunanNya. Inilah Tuhan yang menciptakan alam semesta dengan bintang yang tak terhitung banyaknya, yang mengatakan dengan mudah kata-kata ini, "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala"8 inilah Tuhan yang mengatakan bahwa Dia "memerintah seluruh bumi."9 kekuatanNya dan kebijaksanaanNya tidak terbatas. Walaupun masalah-masalah sepertinya mustahil untuk kita lewati, kita mempunyai Tuhan yang luar biasa yang mengingatkan kita, "Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?"10 bagaimanapun, Dia mampu menjaga kebebasan manusia yang berdosa, tetapi tetap membawa kehendakNya. Tuhan dengan tegas berkata, "Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya."11 Dan kita bisa membayangkan kenyamanan dari hal itu jika hidup kita diserahkan kepadaNya. "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."12

Ketakutan, Tragedy, Bencana: Dimana Tuhan sekarang?

Banyak dari kita--bukan, kita semua--memilih untuk bersikeras pada Tuhan dan jalanNya. Dibandingkan dengan yang lain, tentu saja dibandingkan dengan terroris, kita mungkin menganggap diri kita dihormati, disayang oleh orang-orang. Tetapi dengan kejujuran yang polos dari hati kita, jika kita menghadap Tuhan, kita menghadapNya dengan segala dosa yang kita ketahui. Ketika kita mulai untuk menyapa Tuhan dalam doa kita, apakah pernah terlintas, terhenyak oleh pemikiran bahwa Tuhan mengetahui pikiran kita, tindakan, dan keegoisan kita? Kita telah...dengan tindakan dan kehidupan kita...menjauhkan diri kita dari Tuhan. Kita sering menjalani hidup kita seolah-olah kita bisa menjalaninya dengan baik tanpa Tuhan. Alkitab berkata bahwa "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,"13
Akibatnya? Dosa kita telah memisahkan kita dari Tuhan, dan dosa itu mempengaruhi lebih banyak didalam kehidupan kita. Hukuman bagi dosa kita adalah kematian, atau terpisah selamanya dari Tuhan. Bagaimanapun, Tuhan telah menyediakan sebuah jalan bagi kita untuk diampuni dan mengenal Tuhan.

Kekuatan dari Dalam Melalui Kasih Tuhan

Tuhan datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."14
Tuhan mengerti penderitaan dan kesusahan yang kita alami di dunia ini. Yesus meninggalkan kenyamanan dan keamanan di surga, dan memasuki lingkungan keras yang kita tinggali. Yesus merasakan lelah, lapar dan haus, mendapat tuduhan dari orang-orang, dijauhi oleh keluarga dan teman-temanNya. Tetapi Yesus mengalami lebih berat dari penderitaan sehari-hari. Yesus, anak Allah dalam bentuk manusia, dengan kerelaan menanggung segala dosa kita dan menebus hukuman mati yang seharusnya menjadi milik kita. "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita."15 Dia menjalani penyiksaan, sekarat, dan kematian yang memalukan di atas kayu salib agar kita dapat diampuni.
Yesus memberitahu kepada yang lain terlebih dahulu bahwa Dia akan disalibkan. Dia berkata bahwa tiga hari sesudah kematianNya, Dia akan hidup kembali, dan membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Dia tidak berkata bahwa Dia akan terlahir kembali suatu hari. (siapa yang tahu jika Dia benar melakukannya?) Dia berkata tiga hari setelah Dia dikuburkan Dia akan menunjukkan diriNya bahwa Dia hidup kepada orang-orang yang melihat penyalibanNya. Pada hari yang ketiga, kubur Yesus ditemukan kosong dan banyak orang yang bersaksi bahwa mereka melihat Dia hidup.
Dia menawarkan kepada kita kehidupan kekal. Kita tidak memiliki ini. Kehidupan kekal adalah pemberian Tuhan yang ditawarkan kepada kita., yang kita dapatkan ketika kita meminta Dia untuk memasuki kehidupan kita. "Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus."16 Hal ini cukup sederhana. "Tuhan telah memberikan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup ini ada didalam anakNya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."17 Dia ingin masuk dalam hidup kita.

Kekuatan dari Dalam Melalui Rencana Tuhan

Bagaimana dengan surga? Alkitab mengatakan bahwa Tuhan telah " memberikan kekekalan dalam hati mereka"18 mungkin karena itu kita mengetahui dunia yang begitu indah didalam hati kita. Kematian orang yang kita cintai meyakinkan kita bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan hidup ini dan dunia ini. Disuatu tempat, jauh di kedalaman jiwa kita, kita tahu bahwa pasti ada tempat yang lebih baik untuk ditinggali, bebas dari sakit hati, kesulitan, dan penderitaan. Tentu saja, Tuhan punya tempat yang lebih baik. Dia menawarkan kepada kita. Tempat ini mempunyai cara yang sangat berbeda yang dimana kehendakNya selalu dilakukan sepanjang waktu. Di tempat ini, Tuhan akan menghapus air mata dari mata semua orang. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita."19 "Dan Tuhan, oleh rohNya, akan tinggal didalam orang yang telah ditebus dosanya"20
Kejadian-kejadian yang disebabkan oleh serangan teroris cukup menakutkan. Menolak hubungan pribadi dengan Tuhan yang ditawarkan oleh Yesus kepadamu adalah hal yang lebih menakutkan. Tidak hanya didalam kehidupan abadi, tetapi tidak ada hubungan yang sebanding dengan pengenalan akan Tuhan sendiri di dalam hidup ini. Dialah tujuan hidup kita. Sumber ketenangan kita, kebijaksanaan kita didalam saat-saat yang membingungkan, kekuatan dan harapan kita. "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya"21
Ada yang mengatakan bahwa Tuhan hanyalah penyangga/penopang. Tetapi sepertinya, Hanya Tuhan yang memang dapat dijadikan tempat untuk bersandar.
Yesus berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."22 Untuk siapapun yang percaya kepada Kristus sepanjang hidupnya, Dia berkata bahwa hal tersebut seperti membangun hidupmu di atas batu. Apapun masalah yang menimpamu didalam kehidupan ini, Dia akan membuatmu tetap kuat.

Kekuatan dari Dalam Melalui Anak Allah

Saudara bisa menerima Yesus kedalam hidupmu sekarang juga. " Tetapi semua orang yang menerimanya diberiNya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namanya."23 Hanya melalui Yesus kita bisa kembali kepada Allah. Yesus berkata "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku."24 Yesus menawarkan, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk, jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya"25
Sekarang juga saudara bisa meminta Tuhan untuk memasuki hidupmu. Saudara bisa memintanya melalui doa. Doa berarti berbicara dengan jujur kepada Tuhan. Pada kesempatan ini, saudara bisa memanggil Tuhan dengan berkata seperti ini dengan penuh kesungguhan:
Tuhan, didalam hatiku aku telah berpaling dariMu, tetapi aku mau mengubahnya. Aku ingin mengenalMu. Aku ingin menerima Yesus Kristus dan pengampunanNya kedalam hatiku. Aku tidak mau terpisah dariMu lagi. Jadilah Tuhan dalam hatiku dari hari ini sampai selama-lamanya. Terima kasih Tuhan.
Apakah saudara telah meminta dengan sungguh-sungguh agar Tuhan memasuki hidupmu? Jika sudah, saudara punya banyak hal yang dapat dilihat sekarang. Tuhan berjanji untuk membuat hidupmu yang sekarang menjadi luar biasa melalui pengenalan akan Tuhan.26 Dimanakah Tuhan? Dia berjanji untuk tinggal didalam hatimu.27 Dan Dia memberikan hidup yang kekal kepadamu.28
Tidak perduli apa yang terjadi disekitarmu, Tuhan selalu ada untukmu. Walaupun orang-orang tidak mengikuti jalan Tuhan, Tuhan mampu mengatasi keadaan yang menakutkan dan membuat rencanaNya terwujud. Jika saudara adalah milik Tuhan, saudara bisa berpegang pada janji yang berkata, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah"29
Tuhan Yesus berkata, "Damai sejahtera Kuberikan bagimu; tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Dalam dunia saudara menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu; Aku telah mengalahkan dunia."30 Dia berjanji tidak akan pernah membiarkan kita dan meninggalkan kita.31
Untuk bertumbuh dalam pengetahuanmu tentang Tuhan dan kehendaknya untuk hidupmu, bacalah kitab surat Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes di Alkitab.

mannab1010@gmail.com
mannab1010.blogspot.com



Kubur telah kosong Para wanita melihat Kubur Yesus bangkit Bersama Malaikat   Markus 16:1-8 Kebangkitan Tuhan Kita: Mingg...