Jumat, 28 Februari 2020


KOTBAH HARI MINGGU KE VI PRAPASKAH
MINGGU, 1 MARET 2020 di GPIB KK MEDAN.

THEMA SINODE: PENCOBAAN TUBUH DAN ROH SEBAGAI PENDIDIKAN DALAM RANGKA PERSIAPAN PELAKSANAAN TUGAS.

Bacaan Alkitab: Lukas 4 : 1 - 8

Selama hidup di dunia ini kita akan terus diperhadapkan pada ujian dan pencobaan karena dunia di mana kita tinggal ini telah dikuasai oleh dosa, dan sudah sangat jelas bahwa sifat-sifat dosa itu sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan.  Itulah sebabnya setiap orang yang percaya harus terus berjuang melawan pencobaan dan godaan Iblis.  Adalah tidak mudah menang melawan pencobaan-pencobaan yang menyerang kita, karena Matius 26:41 mengatakan:  "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi
daginglemah”.

Kenapa Yesus dicobai oleh iblis..??
       Karena iblis mengetahui, saat Yesus dibawa Roh Kudus ke padang gurun selama 40 hari 40 malam dan tdk makan dan tdk minum, maka saat itulah siasat iblis utk mencobai Yesus.
Sebagi manusia, kitapun tahu bila seseorang tidak makan dan tidak minum selama 40 hari 40 malam, tentu secara kedagingan sudah pasti lapar, haus, akhirnya menjadi lemas, lesu. Dalam situasi inilah si iblis mencobai Yesus.
Namun Yesus tetap menang, karena Yesus tahu bahwa mengalahkan pencobaan adalah dengan Kuasa Firman Tuhan.
Luk.4:13 mengatakan:
"Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang-baik."


     Mengapa kita harus diperhadapkan pada pencobaan-pencobaan?  Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan kehidupan orang percaya itu bebas dari segala pencobaan, tapi yang pasti Dia berjanji untuk selalu memberikan jalan keluar, sedangkan  
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.  Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.  Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."  (1 Korintus 10:13).  Bagaimana supaya kita bisa menang melawan pencobaan dari Iblis?  Cara terbaik adalah harus melekat pada Tuhan dan senantiasa tinggal di dalam firmanNya.  Tuhan Yesus telah meninggalkan teladan yang luar biasa bagaimana melawan pencobaan.  Ketika sedang dicobai Iblis, tak henti-hentinya Yesus menggunakan firman Allah sebagai pedang Roh untuk mematahkan setiap tipu muslihat Iblis.  Sebagaimana tertulis, selama empat puluh hari Yesus berpuasa di padang gurun, di mana kesempatan ini tidak disia-siakan Iblis untuk mencobai Dia.  Tiga kali Iblis berusaha untuk melemahkan Yesus dengan harapan Dia gagal menggenapi rencana Bapa dalam hidupNya, agar Dia berbalik dari jalan yang sudah ditentukan oleh BapaNya.  Tiga kali pula Yesus membalas serangan Iblis itu dengan memperkatakan firman Tuhan,  "Ada tertulis…pada ayat 4 & 8 serta ada Firman… pada ayat 12 "  Dan akhirnya Yesus menang.!!!
     Firman itu hidup dan berkuasa karena itu adalah perkataan Allah sendiri!  Kuasa itu semakin nyata bila kita memperkatakan firman itu dengan iman.  Namun, mengapa kita sebagai orang Kristen  malas membaca Alkitab?
Sebesar apa pun pencobaan yang menyerang kita, sepatah kata dari firman Tuhan yang kita ucapkan dengan iman akan sanggup mengalahkannya.


Kisah pencobaan Tuhan kita disajikan di dalam Injil Lukas, Markus dan Injil Matius. Yesus, seperti halnya Adam (Kej. 3:6), diuji dalam tiga bidang yaitu kebutuhan jasmaniah, ambisi duniawi dan pencapaian rohani, untuk membuktikan kemampuan-Nya melaksanakan tugas-Nya. Sementara manusia pertama kalah, Yesus menang. Mengapa? Mari kita renungkan.
(1) Untuk menang atas pencobaan, kita harus memahami dan melaksanakan rencana Allah atas hidup kita.
Waktu Adam dan Hawa dicobai, mereka berada dalam kelimpahan dan kenyamanan hidup. Semua yang mereka butuhkan tersedia. Bahkan Allah senantiasa hadir menyertai mereka. Tetapi dalam keadaan serba tersedia, mereka tidak mampu menolak godaan Iblis, sehingga mereka berdosa. Bandingkan keadaan tersebut dengan Tuhan Yesus pada waktu Ia dicobai. Selama empat puluh hari lamanya Yesus berada di padang gurun yang kering dan panas. Tidak makan, sehingga Ia pasti sangat lapar. Dalam keadaan demikian Iblis datang mencobai Yesus.
Pencobaan pertama Iblis berkenaan dengan kuasa (ay 2-4). Ia menantang Yesus untuk mengubah batu menjadi roti. Mudah bagi Yesus untuk melakukannya, tetapi Yesus tahu bahwa kehadiran-Nya di dunia ini adalah dalam rangka ketaatan kepada Bapa.
Pencobaan kedua Iblis mengenai perbudakan materi (ay 5-8). Iblis menawarkan suatu keadaan yang “berkecukupan” kepada Yesus asalkan Yesus mau menyembah dia. Yesus menolak kerajaan dunia yang berlimpah-limpah harta kemewahan dan kekuasaan karena dunia ini milik Allah, bukan milik Iblis. Lagipula Yesus mengetahui bahwa jalan Allah adalah melalui ketaatan kepada kehendak Allah.
Pencobaan ketiga mengenai “mencobai” Tuhan (ay 4-12). Iblis memutarbalikkan firman Tuhan yang dikutipnya dari Mazmur 91:11,12 yang menyatakan bahwa Allah menjanjikan pemeliharaan atas hamba-Nya. Mencobai Tuhan artinya menuntut bukti dari Tuhan untuk dapat percaya. Hal itu sama saja dengan tidak mempercayai Tuhan.
Oleh karena Yesus tetap pada pendirian-Nya yaitu setia pada panggilan-Nya, maka iblis mengundurkan diri sesaat. Pencobaan-pencobaan seperti ini akan kita hadapi. Untuk menang terhadapnya kita harus memahami rencana Tuhan atas hidup kita, dan memiliki kemantapan akan tujuan hidup kita.
(2) Untuk menang atas pencobaan, Kita harus taat dan setia seperti Yesus yang taat.
Konsep dan pengharapan kebanyakan orang dan agama tentang Mesias (pahlawan atau tokoh yang Allah pakai untuk menolong manusia) ternyata berbeda dari kenyataan hidup Yesus, Sang Mesias sejati. Kita cenderung berpikir bahwa Mesias sedemikian dicintai Allah seharusnya tdk mengalami masalah apapun.
Yesus memperlihatkan gambaran Mesias yang sesungguhnya. Yesus adalah Mesias yang mengerti betul misi-Nya yakni menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ia harus mengalami pencobaan dan menyatakan ketaatan-Nya kepada Allah. Ia menolak godaan Iblis untuk menggunakan kuasa keilahian-Nya mengubah batu menjadi roti (ay 3). Ia bersedia lapar jasmani demi menyelami kelaparan-kelaparan yang melanda manusia berdosa. Kesadaran akan misi-Nya membuat Dia sadar juga bahwa jalan untuk mencapai misi itu adalah dengan naik ke salib, bukan naik ke takhta dunia (ay 6-7). Itulah juga yang menyebabkan Dia menolak bujukan Iblis untuk menyembahnya demi beroleh takhta dunia. Yesus juga menyadari bahwa kemesiasan-Nya bersumber dari Allah Bapa. Oleh karena itu, Dia percaya betul pada rencana Allah Bapa yang tidak mungkin salah dan menolak tipuan Iblis untuk mencobai Allah Bapa (ay 12). Kesejatian kemesiasan Yesus nampak pula dari keserasian-Nya sebagai penggenapan nubuat PL dengan bagian firman Tuhan lainnya. Firman Tuhan adalah Firman yang hidup dan firman yang tertulis serta menyatu dalam diri Sang Mesias.
Selama masa uji yang berat dan panjang itu Yesus memperlihatkan komitmen dan kesetiaan-Nya sebagai Mesias, yang diutus Allah. Ia setia berpegang pada kehendak Allah, maka kita dapat sepenuhnya mengandalkan Dia. Sebagai murid dan pengikut-Nya kita juga harus melalui berbagai godaan kejahatan. Ia yang menang dapat menolong kita menang bersama-Nya. Taat kepada Allah dan firman-Nya dengan bertumpu pada Sang Juruselamat dan teladan kita merupakan poinnya.
(3) Untuk menang melawan iblis yang mencobai, kita harus menggunakan Pedang Roh yaitu Firman Allah, seperti yang Yesus-lakukan.
Seorang teolog pernah menuliskan bahwa setiap detail hidup manusia harus diliat dari sudut pandang teologi. Maksudnya, segala yang terjadi dalam hidup kita, harus dilihat dari sudut pandang Allah, bukan berdasarkan pandangan manusia.
Renungan firman ini memperlihatkan kepada kita cara Yesus mengatasi pencobaan. Saat itu Yesus dituntun Roh Kudus ke padang gurun (ay 1). Setelah berpuasa selama 40 hari 40 malam, Yesus merasa lapar. Lapar merupakan salah satu titik lemah manusia. Dalam keadaan lapar orang bisa kalap dan gelap mata hingga dapat melakukan apa saja untuk menghilangkan rasa laparnya. Iblis memanfaatkan kesempatan itu untuk menjebak Yesus. Kebutuhan Yesus saat itu akan makanan dipakai Iblis dengan mengusulkan cara pemenuhan kebutuhan yang tidak pada tempatnya, karena tidak sesuai firman Allah (ay 2-3). Dalam pencobaan kedua, Iblis menawarkan kuasa atas dunia kepada Yesus melalui satu cara mudah, yaitu menyembah Iblis (ay 6-7). Padahal rencana Bapa bagi Yesus adalah untuk menderita terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke dalam kemuliaan-Nya (Luk. 24:26). Pada pencobaan ketiga, Iblis meminta Yesus mencobai Allah untuk melakukan sesuatu hal yang ajaib bagi diri-Nya (ay 9-11).
Dalam peristiwa itu, Yesus memperlihatkan diri-Nya sebagai manusia biasa yang dapat mengalami pencobaan. Namun Ia tidak mau dikalahkan pencobaan. Caranya? Ia menggunakan firman Tuhan. Firman Tuhan adalah senjata yang dapat kita pakai juga tatkala Iblis berusaha mencobai atau memperdaya kita. Bila kita tidak kenal firman Tuhan, kita bagaikan prajurit yang maju ke medan perang tanpa senjata. Kalau demikian, bagaimana kita dapat berjuang melawan musuh? Kita pasti kalah! Bahkan, jangankan melawan, kita mungkin malah "menikmati" setiap pencobaan yang dilancarkan Iblis karena kita tidak tahu bahwa hal itu salah. Maka pahami firman Tuhan dan ketahui apa kehendak Tuhan bagi kita anak-anak-Nya, hingga kita bisa bertahan dari serangan tipu muslihat Iblis yang selalu berupaya menjatuhkan kita.
(4) Jika kita mengikuti pimpinan Allah maka kita pasti menang dalam pencobaan.
Adam diciptakan menurut gambar Allah (Kej. 1:26). Namun menghadapi pencobaan dari Iblis, Adam gagal dan jatuh ke dalam dosa. Kejatuhan yang membuat semua manusia tercemar dosa. Itulah Adam, nama yang disebut terakhir dalam silsilah Yesus (Luk. 3:38). Lalu bagaimana bila Yesus sendiri yang menghadapi pencobaan dari Iblis?
Setelah berpuasa selama empat puluh hari, tak ada yang lebih menarik selain makanan. Tentu akan dimaklumi bila saat itu Ia mengubah batu menjadi roti untuk memuaskan rasa lapar-Nya. Namun kalau kita cermati, perkataan Iblis "Jika Engkau Anak Allah......" sesungguhnya merupakan godaan agar Yesus bertindak demi diri-Nya sendiri, dan lepas dari ketergantungan kepada Bapa. Jelas, ini merupakan bentuk tiadanya iman. Maka jawaban Yesus yang dikutip dari Ulangan 8:3, "... Manusia hidup bukan dari roti saja" mengajarkan bahwa manusia hidup karena kebaikan Allah yang memelihara dan memenuhi kebutuhan manusia. Maka hidup berarti bergantung penuh pada Allah meski situasi tidak menjanjikan apapun. Pencobaan kedua merupakan tawaran untuk menggapai kuasa. Namun tawaran itu tidak gratis karena Iblis menuntut imbalan agar Yesus menyembah dia. Padahal jelas, Iblis tak layak disembah dan tidak memiliki kuasa sedemikian besar untuk ditawarkan kepada Yesus (ay 6). Maka dengan mengutip Ulangan 6:13, Yesus menegaskan bahwa hanya Allah saja yang patut disembah. Pencobaan ketiga merupakan godaan untuk menguji perlindungan Allah karena itu berarti meragukan kesetiaan Allah. Tentu saja Yesus tidak mau memaksa Allah untuk melakukan mukjizat. Lalu Yesus mengutip Ulangan 6:16 untuk melawan perkataan Iblis (ay 12). Iblis pun gagal (ay 13).
Kunci kemenangan Yesus adalah mengikuti pimpinan Allah kemanapun Allah mengarahkan Dia. Ini pelajaran penting karena kita pun akan mengalami saat-saat kritis dalam perjalanan iman kita yang memungkinkan kita mempertanyakan kebaikan dan kesetiaan Allah. Maka berpeganglah pada firman Allah dan percaya penuh pada-Nya apapun situasi yang kita hadapi.
(5) Kemenangan kita melawan Iblis bukan cuma hayalan.
Kemanusiaan yang sesungguhnya dikehendaki Allah dalam diri Yesus adalah manusia yang mampu untuk tidak berdosa, mampu menolak godaan yang seringkali membuat manusia jatuh yaitu keangkuhan (ingat Hawa!), kekuasaan, dan kekayaan. Yesus sebagai manusia mampu melakukan itu. Memang itulah seharusnya manusia itu. Umat kristen tidak boleh mempunyai konsep bahwa orang yang jatuh dalam godaan adalah manusiawi. Itu justru bukan manusiawi. Manusiawi yang sesungguhnya adalah seperti yang didemontrasikan oleh Yesus.
Sebagai manusia, Yesus mampu menolak godaan dan cobaan karena Ia menggunakan firman Tuhan sebagai perisai dan pedang untuk menghancurkan segala serangan. Dari ucapan yang Yesus katakan "sebab ada tertulis ..." menyatakan bahwa tulisan-tulisan itu mempunyai sifat yang sakral (kudus), artinya mempunyai suatu otoritas yang berasal dari Allah. Kegagalan kita melakukan godaan adalah karena kita tidak menggunakan firman Tuhan sebagai perisai.
Saudaraku, Firman Allah yang tertulis mempunyai kuasa bagi kita dalam peperangan rohani. Kita umat kristen harus mampu hidup seperti Yesus yang berhasil menangkis segala godaan iblis, sehingga tidak berdosa. Ini bisa terjadi hanya jika kita bergantung sepenuhnya kepada Allah.
Jemaat yang dikasihi Kristus Yesus,
Juruselamat kita menang atas Setan oleh kuasa Roh Kudus dan penggunaan Firman ilahi sebagai pedang-Nya dan mereka yang dipersenjatai dengan baik adalah mereka yang kemudian diperlengkapi. Perkataan dari mulut Kristus dikeluarkan dengan suatu kuasa yang menusuk kesadaran manusia, menembus roh jahat dan mengenyahkan penyakit. Hal yang sama dapat dinyatakan Allah melalui kita.
Satu unsur yang penting dari pencobaan yang dialami Yesus berkisar pada Mesias macam apakah Dia itu dan bagaimana Ia akan memakai urapan yang diterima-Nya dari Allah. Nyata bahwa: (1) Yesus dicobai untuk memakai urapan dan kedudukan-Nya untuk kepentingan diri sendiri (ay 3-4), untuk memperoleh kemuliaan dan kuasa atas bangsa-bangsa daripada menerima salib dan jalan kesengsaraan (ay 5-8), dan untuk menyesuaikan diri-Nya dengan harapan umat Israel yang populer untuk menjadi seorang Mesias yang "sensasional" (ay 9-11), dan
(2) Iblis masih terus mencobai para pemimpin Kristen untuk memakai urapan, kedudukan, dan kemampuan mereka bagi kepentingan diri sendiri, untuk menegakkan kemuliaan dan kerajaannya sendiri, dan untuk lebih menyenangkan manusia daripada menyenangkan Allah. Mereka yang berkompromi dengan Iblis demi kepentingan dirinya sendiri, dalam kenyataannya telah takluk dan bertuan kepada Iblis.
Yesus melawan pencobaan Iblis dengan menyatakan bahwa lebih daripada segala yang lain Ia akan hidup dari Firman Allah (Ul 8:3). Berarti:
(A) Yesus sedang mengatakan bahwa segala hal yang penting dalam kehidupan bergantung kepada Allah dan kehendak-Nya (Yoh 4:34). Memburu sukses, kesenangan, dan perkara-perkara bendawi di luar jalan dan tujuan Allah akan menimbulkan kekecewaan yang pahit dan berakhir dengan kegagalan. dan
(B) Yesus menekankan kebenaran ini ketika Ia mengajarkan bahwa kita harus mencari dulu Kerajaan Allah (yaitu, pemerintahan, kegiatan, dan kuasa Allah di dalam hidup kita); kemudian baru hal-hal penting lainnya akan dikaruniakan sesuai dengan kehendak dan jalan-Nya (Mat 5:6; Mat 6:33).
Sebagaimana Yesus menolak tawaran iblis tentang kerajaan dunia, kita pun harus demikian. Mengapa? Sebab :
(1) Kerajaan Yesus pada zaman ini bukanlah suatu kerajaan dari dunia ini (Yoh 18:36-37). Ia menolak mencari kerajaan bagi diri-Nya sendiri dengan cara-cara duniawi, yakni kompromi, kekuasaan duniawi, muslihat politik, kekerasan lahiriah, popularitas, hormat, dan kemuliaan.
(2) Kerajaan Yesus adalah suatu kerajaan rohani yang memerintah di dalam hati umat-Nya yang telah dikeluarkan dari kerajaan dunia. Sebagai suatu kerajaan sorgawi, maka :
(a) itu diperoleh melalui penderitaan, penyangkalan diri, kerendahan hati, dan kelembutan;
(b) itu menuntut penyerahan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan kudus (Rom 12:1) dalam pengabdian dan ketaatan penuh kepada Allah;
(c) itu meliputi perjuangan dengan senjata rohani melawan dosa, pencobaan, dan Iblis (Ef 6:10-20);
(d) itu berarti menolak keserupaan dengan dunia ini (Rom 12:2).
Dari uraian tsb diatas, pencobaan yang dialami Tuhan Yesus sungguh berat sekali bila dibandingkan dgn pencobaan yang kita alami saat ini. Apa lagi sekarang ini zaman DIGITAL, manusia ingin enaknya saja (sifat manusiawi), serba instant maunya tanpa proses pencobaan. Bila ada pergumulan, kesulitan, kesesakan dan lain sebagainya itu, sering mengambil jalan pintas, hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus. Untuk itu, di dalam melaksanakan tugas kita masing2, marilah kita mengandalkan Roh Kudus dalam menghadapi : PENCOBAAN TUBUH DAN ROH SEBAGAI PENDIDIKAN DALAM RANGKA PERSIAPAN PELAKSANAAN TUGAS (thema SINODE).
AMIN…TUHAN YESUS MEMBERKATI
 mannab1010@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kubur telah kosong Para wanita melihat Kubur Yesus bangkit Bersama Malaikat   Markus 16:1-8 Kebangkitan Tuhan Kita: Mingg...