Sabtu, 11 April 2020

Kubur telah kosong
Para wanita melihat Kubur
Yesus bangkit
Bersama Malaikat
 Markus 16:1-8
Kebangkitan Tuhan Kita: Minggu Paskah
Kamu Mencari Yesus Orang Nazaret, yang Disalibkan itu. Ia Telah Bangkit.
1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
2. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”
4. Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
5. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut,
6. tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
7. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”
8. Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
Renungan
“Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini… Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”
Para wanita khawatir karena tdk melihat tubuh Yesus lagi, namun mereka hanya menemukan bahwa mereka dikonfrontasikan oleh masalah yang sebaliknya – Yesus tidak terkunci; Dia telah keluar! Dia telah pergi lebih dahulu dari mereka ke Galilea, kembali ke tempat di mana pelayanan-Nya pertama dimulai. Di sana dahulu Ia menyembuhkan yang sakit, memberi makan orang banyak, dan membebaskan mereka yang tertawan (Markus 1-9). Dia telah memerintahkan mereka untuk diam dan tidak mengungkapkan identitas-Nya (yang oleh para sarjana disebut “rahasia mesianik”). Penjelasan-Nya penuh teka-teki. Diserahkan ke dalam tangan manusia, dibunuh, dan setelah tiga hari bangkit kembali (Markus 8:31; 10:32-34)? Yang Diurapi Allah dipermalukan dan menderita, dihinakan dengan kematian di atas salib.
Tetapi itu adalah tepat sebagaimana Allah akan menegakkan kekuasaan-Nya. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, di mana kuasa dosa dan kematian dikalahkan. Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah dan Tuhan yang sejati atas dunia (bandingkan Roma 1:4). Sebagai buah yang pertama, Yesus akan kembali lagi suatu hari sebagai penguasa atas ciptaan baru Allah. Di dalam kerajaan yang kekal itu, setiap ketidakadilan akan dihukum dan setiap yang salah akan dibuat menjadi benar. Tidak akan ada lagi air mata, tidak ada lagi kesakitan, tidak ada lagi penderitaan (Wahyu 21:1-8). Ini adalah kebangkitan pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus.
Markus mengakhir injilnya tergantung di dalam kesunyian, dengan para wanita pergi dari kubur penuh ketakutan dan ketakjuban. Tidak untuk waktu yang lama. Seperti Yesus yang keluar dari kubur yang disegel, Kabar baik segera keluar dari bibir mereka yang terkunci. Bagaimana dengan kita? Sudahkah realitas dan janji dari kebangkitan itu menahan kita terus? Apakah kita siap untuk bergabung bersama Tuhan yang telah dibangkitan di “Galilea”, untuk melanjutkan misinya di dunia?
Doa
Kristus yang telah bangkit, melalui kebangkitan-Mu dari kematian mengamankan keselamatan abadi kami, penuhilah hati kami dengan pengharapan kebangkitan dan dengan keberanian, sehingga kami mau menyatakan hidup-Mu yang telah bangkit di dalam dunia, untuk kemuliaan Allah Bapa.
---AMIN---.


MALAM PASKAH: KRISTUS HIDUP,HADIR, MENYERTAI KITA
       BACAAN ALKITAB: LUKAS 23 AY.50-56a
Pengantar
Malam hari ini, Tuhan kita Yesus Kristus beralih dari kematian untuk memasuki kehidupan. Kita berkumpul bersama untuk berjaga dalam doa (Latin:vigili) dengan perayaan agung untuk mengenangkan saat-saat Tuhan bangkit dari kematian. Inilah malam pembebasan, seperti ketika bangsa Israel berjaga di malam saat Tuhan akan lewat dan menghukum bangsa Mesir atau saatmereka berjaga-jaga menantikan Tuhan membelah Laut Merah agar mereka dapat melewati dasar laut dan memperoleh kebebasan dari perbudakan Mesir.
Malam hari ketika Tuhan yang dikenang bangsa Israel setiap Tahun melambangkan kebangkitan Kristus (Paskah), di mana Ia menang atas dosa dan kematian. Pada Malam Paskah ini, kita menantikan dan menyongsong Kristus yang akan beralih dari kematian menuju kehidupan. Kematian-Nya menghancurkan dosa dan maut, dan kebangkitan-Nya memperbarui kehidupan. Dialah cahaya dunia yang memberikan kegembiraan dan pengharapan akan masa depan bangsa manusia yang penuh kemuliaan karena kebangkitan-Nya menjadi pokok keselamatan kita. Maka,marilah kita mulai perayaan agung ini dengan menyambut Kristus, Sang Cahaya dunia.
Jangan takut! Kamu mencari Yesus dari Nazareth yang tersalib itu? Ia sudah bangkit dan tidak ada di sini.” Inilah pewartaan awal mula mengenai kebangkitan Kristus yang kita rayakan pada Malam Paskah ini dan menjadi salah satu bagian terpenting dari iman kita. Dalam syahadat,antaralain kita menyatakan, “Aku percaya akan Yesus Kristus, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus disalibkan, wafat, dan dimakamkan, yang turun ke tempat penantian pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati”
Pada kesempatan ini, baiklah kita memperdalam iman kita akan makna Kristus yang bangkit. Pertama-tama, harus kita sadari bahwa penggunaan kata “bangkit” atau “kebangkitan” untuk Yesus ini merupakan kiasan. Yang hendak diwartakan dengan kisah-kisah kebangkitan Yesus, bukan pertama-tama dalam historis, tetapi pernyataan dan penghayatan iman Gereja. Dalam iman, para murid mengalami bahwa Yesus yang telah wafat itu hidup, hadir dan menyertai mereka. Inilah yang tersirat dari kata-kata pemuda yang menjumpai Maria Magdalena dan teman-temannya di makam, “… Ia mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Dia”
Oleh karena itu, marilah kita memaknai kebangkitan Yesus dalam terang iman itu pula.Yesus bangkit, berarti Ia kini hidup, hadir dan menyertai kita, sebagaimana janji-Nya sendiri, “…Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20). Dengan kebangkitan-Nya, Yesus tidak lagi hadir secara fisik seperti yang dialami para murid sebelum wafat-Nya. Dengan bangkitnya Yesus, Ia selalu hadir dan menyertai kita tidak lagi dibatasi ruang dan waktu, tetapi bersifat universal: kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun. Maka, ditegaskan kepada kita “Jangan takut” karena Tuhan selalu hadir dan menyertai kita; kapanpun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.
Kebangkitan Yesus yang bermakna bahwa kini dan selamanya, Ia hidup, hadir dan menyertai kita menegaskan kasih setia Allah yang tiada batasnya. Sejak awal mula, Tuhan Allah menciptakan manusia karena cinta kasih-Nya. Sebelum menciptakan manusia, Allah telah menciptakan alam semesta dengan segala isinya sebagai tempat dan penopang kehidupan manusia. Kalau alam semesta diciptakan dalam keadaan baik, manusia lebih lagi. Manusia diciptakan dalam keadaan sungguh amat baik.
Kasih setia Allah yang tanpa batas itu juga tampak dalam peristiwa pembebasan dari Mesir melewati Laut Merah. Ketika umat-Nya menjadi budak di tanah Mesir, Allah membebaskan mereka dan menuntun mereka menyeberangi Laut Merah sampai akhirnya memasuki Tanah Perjanjian. Penyeberangan Laut Merah ini melambangkan pembaptisan kita, di mana dengan pembaptisan, kita dibebaskan dari perbudakan dosa dan di antar menyeberangi samudera dan padang gurun kehidupan ini sampai akhirnya kita memasuki Surgawi.
Selanjutnya,sebagai bekal perjalanan hidup kita menuju Surgawi, Tuhan berkenan menganugerahi hati yang baru Dengan hati baru itu, kita mendapat kekuatan untuk mengetahui kehendak Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari sehingga kita sungguh-sungguh hidup sebagai umat Tuhan dan Dia menjadi Allah kita.
Sekarang, kasih setia Allah itu menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus. “Kristus telah mati satu kali untuk segala dosa kita. Ia yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1Ptr 3:18). Sebab, melalui pembaptisan kita telah dipersatukan dengan kematian-Nya sehingga kita juga di ikut-sertakan dalamkebangkitan-Nya.
Dengan kebangkitan-Nya, Tuhan tidak hanya memberi bekal bagi perjalanan hidup kita tetapi Ia sendiri selalu hadir dan menyertai kita. Dialah cahaya sejati yang menerangi hidup kita sehingga kita mampu melihat kasih Allah dan mensyukurinya serta mengejawantahkannya dalam hidup kita sehari-hari. Dialah cahaya sejati yang menerangi kita sehingga kita mampu meninggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, yakni perbuatan-perbuatan dosa, untuk lebih melakukan perbuatan-perbuatan terang, yakni kasih, sukacita, damai sejahtera. Dialah cahaya sejati yang selalu menerangi setiap langkah hidup kita.
Oleh karena itu, jangan takut menapaki lorong-lorong kehidupan kita sebagai orang Kristen (Pengikut Yesus Kristus) yang sejati, untuk selalu peduli dan berbagi kepada sesama karena Tuhan selalu hadir dan menyertai kita, karena Tuhan telah peduli pada kita dan membagikan hidup-Nya demi keselamatan kita.
---A M I N---

Kubur telah kosong Para wanita melihat Kubur Yesus bangkit Bersama Malaikat   Markus 16:1-8 Kebangkitan Tuhan Kita: Mingg...