MALAM PASKAH: KRISTUS
HIDUP,HADIR, MENYERTAI KITA
BACAAN
ALKITAB: LUKAS 23 AY.50-56a
Pengantar
Malam hari ini,
Tuhan kita Yesus Kristus beralih dari kematian untuk memasuki kehidupan. Kita berkumpul bersama untuk
berjaga dalam doa (Latin:vigili) dengan perayaan agung
untuk mengenangkan saat-saat Tuhan bangkit dari kematian. Inilah malam
pembebasan, seperti ketika bangsa Israel
berjaga di malam saat Tuhan akan lewat dan menghukum bangsa Mesir atau
saatmereka berjaga-jaga menantikan Tuhan membelah Laut Merah agar mereka dapat melewati dasar laut dan memperoleh kebebasan dari
perbudakan Mesir.
Malam hari ketika Tuhan yang dikenang bangsa
Israel setiap Tahun melambangkan kebangkitan Kristus (Paskah), di mana Ia
menang atas dosa dan kematian. Pada Malam Paskah ini, kita menantikan dan
menyongsong Kristus yang akan beralih dari kematian menuju kehidupan.
Kematian-Nya menghancurkan dosa dan maut, dan kebangkitan-Nya memperbarui
kehidupan. Dialah cahaya dunia yang memberikan kegembiraan dan pengharapan akan
masa depan bangsa manusia yang penuh
kemuliaan karena kebangkitan-Nya menjadi pokok keselamatan kita. Maka,marilah
kita mulai perayaan agung ini dengan menyambut
Kristus, Sang Cahaya dunia.
“Jangan takut! Kamu mencari Yesus dari
Nazareth yang tersalib itu? Ia sudah bangkit dan tidak ada di sini.”
Inilah pewartaan awal
mula mengenai kebangkitan Kristus yang kita rayakan pada Malam Paskah ini dan
menjadi salah satu bagian terpenting dari iman kita. Dalam syahadat,antaralain kita menyatakan, “Aku percaya akan Yesus Kristus, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius
Pilatus disalibkan, wafat, dan dimakamkan,
yang turun ke tempat penantian pada hari ketiga bangkit dari antara orang
mati”
Pada kesempatan ini, baiklah kita memperdalam iman kita akan
makna Kristus yang bangkit. Pertama-tama, harus kita sadari bahwa penggunaan
kata “bangkit” atau “kebangkitan” untuk Yesus ini merupakan kiasan. Yang hendak
diwartakan dengan kisah-kisah kebangkitan Yesus, bukan pertama-tama dalam historis, tetapi pernyataan dan
penghayatan iman Gereja. Dalam iman, para murid mengalami bahwa Yesus yang
telah wafat itu hidup, hadir dan menyertai mereka. Inilah yang tersirat dari kata-kata
pemuda yang menjumpai Maria Magdalena dan teman-temannya di makam, “… Ia
mendahului kamu ke Galilea. Di sana kamu akan melihat Dia”
Oleh karena itu, marilah kita memaknai
kebangkitan Yesus dalam terang iman itu pula.Yesus bangkit, berarti Ia kini hidup, hadir dan menyertai kita,
sebagaimana janji-Nya sendiri, “…Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa
sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20). Dengan kebangkitan-Nya, Yesus tidak
lagi hadir secara fisik seperti yang dialami para murid sebelum wafat-Nya.
Dengan bangkitnya Yesus, Ia selalu hadir dan menyertai kita tidak lagi dibatasi
ruang dan waktu, tetapi bersifat universal: kapan pun, di mana pun, dan dalam
keadaan apa pun. Maka, ditegaskan kepada kita “Jangan takut” karena Tuhan selalu
hadir dan menyertai kita; kapanpun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.
Kebangkitan Yesus yang bermakna bahwa kini dan selamanya, Ia
hidup, hadir dan menyertai kita menegaskan kasih setia Allah yang tiada
batasnya. Sejak awal mula, Tuhan Allah menciptakan manusia karena cinta kasih-Nya.
Sebelum menciptakan manusia, Allah telah menciptakan alam semesta dengan segala
isinya sebagai tempat dan penopang kehidupan manusia. Kalau alam semesta diciptakan
dalam keadaan baik, manusia lebih lagi. Manusia diciptakan dalam keadaan
sungguh amat baik.
Kasih setia Allah yang tanpa batas itu
juga tampak dalam peristiwa pembebasan dari Mesir melewati Laut Merah. Ketika
umat-Nya menjadi budak di tanah Mesir, Allah membebaskan mereka dan menuntun
mereka menyeberangi Laut Merah sampai akhirnya memasuki Tanah Perjanjian.
Penyeberangan Laut Merah ini melambangkan pembaptisan kita, di mana dengan
pembaptisan, kita dibebaskan dari perbudakan dosa dan di antar menyeberangi
samudera dan padang gurun kehidupan ini sampai akhirnya kita memasuki Surgawi.
Selanjutnya,sebagai bekal perjalanan hidup kita menuju Surgawi,
Tuhan berkenan menganugerahi hati yang baru Dengan hati baru itu, kita mendapat
kekuatan untuk mengetahui kehendak Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup
sehari-hari sehingga kita sungguh-sungguh hidup sebagai umat Tuhan dan Dia menjadi
Allah kita.
Sekarang, kasih setia Allah itu menjadi
nyata dalam diri Yesus Kristus. “Kristus telah mati satu kali untuk segala dosa
kita. Ia yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia
membawa kita kepada Allah” (1Ptr 3:18). Sebab, melalui pembaptisan kita
telah dipersatukan dengan kematian-Nya sehingga kita juga di ikut-sertakan
dalamkebangkitan-Nya.
Dengan kebangkitan-Nya, Tuhan tidak hanya memberi bekal bagi
perjalanan hidup kita tetapi Ia sendiri selalu hadir dan menyertai kita. Dialah
cahaya sejati yang menerangi hidup kita sehingga kita mampu melihat kasih Allah
dan mensyukurinya serta mengejawantahkannya dalam hidup kita sehari-hari.
Dialah cahaya sejati yang menerangi kita sehingga kita mampu meninggalkan
perbuatan-perbuatan kegelapan, yakni perbuatan-perbuatan dosa, untuk lebih
melakukan perbuatan-perbuatan terang, yakni kasih, sukacita, damai sejahtera.
Dialah cahaya sejati yang selalu menerangi setiap langkah hidup kita.
Oleh karena itu, jangan takut menapaki lorong-lorong kehidupan
kita sebagai orang Kristen (Pengikut Yesus Kristus) yang sejati, untuk selalu
peduli dan berbagi kepada sesama karena Tuhan selalu hadir dan menyertai kita,
karena Tuhan telah peduli pada kita dan membagikan hidup-Nya demi keselamatan
kita.
---A M I N---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar