Senin, 17 Februari 2020


Timotius saat umur 18 thn


Kotbah tgl.20-02-2020 jam.11:00 Wib-PKLU GPIB KK Mdn
2 Timotius 3: 10-14
THEMA: BERPEGANGLAH PADA KEBENARAN
                                                                                                                                                                                                     By: MANNAB
Latar belakang Timotius dalam Alkitab
Timotius (Yunani: Timótheos, artinya "memuliakanTuhan";  bahasa InggrisTimothy) atau disebut Santo Timotius adalah seorang uskup Kristen abad pertama yang meninggal sekitar tahun 97 Masehi (ada yang menulis tahun 80 Masehi).
Dlm Alkitab Perjanjian Baru dicatat bhw Timotius bepergian dgn Rasul Paulus, yg juga menjadi mentornya.

Keluarga dan masa muda:

Timotius adh putra dari seorang perempuan Yahudi bernama Eunike, dan ayahnya adh seorang Yunani. Sewaktu kecil ia tidak disunat (adat Yahudi), Paulus mendorongnya untuk disunat supaya dapat diterima oleh org2 Yahudi. Paulus melakukan upacara sunat itu "dengan tangannya sendiri". 
Timotius ditahbiskan & kemudian pergi bersama Paulus mengabarkan Injil daerah PhrygiaGalatiaMysiaTroasFilipi,  Veria&Korintus. Serta mengikuti cara hidup Paulus wkt berada di Antiokhia, Ikonium & Listra (di daerah selatan Turki skrang).
Ibunya, Eunike, dan neneknya Lois, dipuji krn kesalehan dan iman mrk, yg mengindikasikan bhw mrk tlh menjadi Kristen. Timotius sendiri dipuji oleh Paulus karena pengetahuan alkitabiahnya (abad I Septuaginta ( Alkitab PL dlm bhs Yunani) / thn 70 han) & dikatakan tlh mengenal kitab suci sejak kecil.
Dia disebut sebagai penerima dari dua surat-surat dari rasul Paulus, yaitu Surat 1 Timotius dan Surat 2 Timotius. Timotius ditulis sebagai orang yang menulis surat 2 Tesalonika bersama Paulus dan Silwanus di bagian pembuka surat Filemon.

Pelayanan dan kehidupan selanjutnya:

Timotius menyertai Paulus dlm perjalanan mengabarkan Injil ke berbagai tempat. Ia juga menyertai Paulus sewaktu di penjara. Timotius sendiri pernah dipenjarakan paling sedikit satu kali selama masa penulisan kitab-kitab di Perjanjian Baru, yi dicatat di bgn akhir Surat Ibrani, bhw Timotius dilepaskan dr penjara.
Tampaknya Timotius mempunyai masalah dlm pencernaan tubuhnya, krn itu Paulus menasihatkan di suratnya yg pertama kpd Timotius: "Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah."
Menurut tradisi yang kemudian, Paulus mentahbiskan Timotius menjadi uskup di Efesus pada tahun 65, di mana ia melayani selama 15 tahun. Pada tahun 97 (ketika Timotius sedang sakit parah pada usia 80 tahun), ia mencoba menghalangi prosesi penyembahan berhala dari orang2 di sana dgn menyampaikan khotbah. Massa marah dan memukulinya, menyeretnya di jalan2 dan melemparinya dgn batu sampai mati.
Pd abad ke-4relikuinya (peninggalan berharga, tengkorak dll) dipindahkanke ChurchoftheHoly Apostles di Konstantinopel.
Penghormatan
Timotius dihormati sebagai seorang rasul, santo dan syuhada (mati krn membela ajaran Allah/ membela kebenaan) oleh Gereja Ortodoks Timur, dengan hari peringatannnya pada tanggal 22 JanuariGereja Katolik Roma memperingatinya bersama-sama Titus pada tanggal 26 Januari. Dlm Kalender Roma Umum tahun 1962, peringatannya diadakan pada tanggal 24 Januari. Bersama Titus dan Silas, ia diperingati di Evangelical Lutheran Church in America dan Episcopal Church (United States) pada tanggal 26 Januari. Peringatan Timotius diadakan di gereja Lutheran Church–Missouri Synod pada tanggal 24 Januari.
Ø Thema dr Sinode:BERPEGANGLAH PD KEBENARAN
2 Timotius 3:10-14
“Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.”  (2 Timotius 3:10)
Pesan ini disampaikan oleh Rasul Paulus kepada, Timotius, saat ia masih berada di dalam penjara. Bukan karena telah melakukan pelanggaran hukum seperti kebanyakan orang saat ini, tetapi dia dijebloskan dalam penjara karena memberitakan Injil. Karena kasihnya, Paulus tidak henti-hentinya memberi motivasi dan semangat kepada Timotius agar ia tetap teguh di dalam iman dan mengerjakan tugas pelayannya walaupun berada dalam penganiayaan dan atau kesesakan. Paulus telah memberikan teladan dalam banyak hal yaitu ajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan; dan ia menegaskan lagi bahwa “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”. (2 Timotius 3:12).

Di dalam
Ibrani 11:1 dikatakan bhw: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Inilah inti dari iman yaitu percaya kepata Tuhan dengan segenap hati, maka semua akan jadi. Di tengah situasi sulit kita harus memiliki keberanian untuk mengaktifkan iman yang ada di dalam diri kita dengan jalan mengabarkan firman Tuhan, dengan tujuan mematahkan dan menghancurkan semua siasat dan pekerjaan iblis!
Selain itu, Paulus juga menghimbau agar Timotius tetap hidup di dlm kebenaran (ayat 14) yg artinya:
memiliki iman yang rohani. Seseorang dapat dikatakan beriman kepada Tuhan bila dia hidup dalam kekudusan dan berusaha melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. Jangan pernah berharap dapat melihat mujizat Tuhan dalam hidup ini bila kita sendiri tidak rohani atau tidak kudus, seperti yang disampaikan Yosua kpd bangsa Israel saat mereka hendak menyeberangi sungai Yordan, “Kuduskanlah hatimu, sebab besok Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” (Yosua 3:5), karena Tuhan sangat membenci orang-orang yang terus melakukan dosa atau hodup di dalam dosa. Maka dari itu jangan pernah membatasi kuasaNya, sebab bagi Tuhan tidak ada suatu hal yang tidak mungkin atau mustahil, asal kita taat kepadanya!
“Sebab semua yg lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”  (1 Yohanes 5:4)

DOA: Ya, Bapa Tuhan kami yg maha mulia, kuatkan & mampukanlah kami spy sellu melaksanakan kebenaran-Mu di tengah2 berbagai pergumulan kesulitan & kesesakan..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kubur telah kosong Para wanita melihat Kubur Yesus bangkit Bersama Malaikat   Markus 16:1-8 Kebangkitan Tuhan Kita: Mingg...