Sabtu, 22 Februari 2020



HIDUP DALAM KASIH KARUNIA TUHAN

Keluaran 33:1-23

"Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."  Keluaran 33:19

Kasih karunia atau anugerah berasal dari bahasa asli khen  (Ibrani)  atau kharis  (Yunani).  Dalam Perjanjian Lama Tuhan menunjukkan kasih karunia-Nya kepada bapa-bapa leluhur dan bangsa Israel.  Sedangkan dalam Perjanjian Baru kasih karunia Tuhan ditunjukkan-Nya dengan menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman kekal melalui pengorbanan Kristus di Kalvari.

     Pemberian kasih karunia ini semata-mata ada di bawah otoritas Tuhan sendiri  (ayat nas), di mana manusia tidak mempunyai andil apa pun di dalamnya;  semuanya dari, oleh dan untuk Tuhan sendiri.  Dengan kata lain kasih karunia itu mutlak hak prerogatif Tuhan.  Prinsip kasih karunia itu datang dari atas, dari Tuhan, kepada manusia, padahal sesungguhnya manusia tidak memiliki kelayakan untuk menerimanya.  "Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."  (Roma 9:16).  Jelas sekali bahwa keselamatan adalah kasih karunia dari Tuhan yang hanya dapat diterima oleh respons manusia melalui iman kepada Kristus, dan  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).

     Sebagai  'manusia baru'  kita hidup di dalam kasih karunia, artinya hidup di dalam perlakuan istimewa dari Tuhan dan hidup di dalam janji Tuhan.  Meski kita hidup di dalam hukum kasih karunia Tuhan bukan berarti kita bisa hidup sekehendak hati atau sebebas-bebasnya tanpa ada pagar pembatas.  Di dalam kasih karunia Tuhan memberikan rambu-rambu-Nya yaitu melalui firman-Nya, yang bila dilanggar kita pun dapat kehilangan kasih karunia Tuhan itu.  Karena itu  "...jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima."  (2 Korintus 6:1), apalagi sampai menyalahgunakannya  (baca  Yudas 1:4).  Menyalahgunakan kasih karunia berarti dengan sengaja melakukan pelanggaran dalam kesadaran dan pengetahuan akan kebenaran.

"Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah."  Roma 5:2



Bacaan : Roma  5:15
Beberapa tahun yang lalu dalam sebuah konferensi membahas sebuah pertanyaan, "apa yang membedakan kekristenan dengan semua religi lain di dunia?
Sebagian peserta berpendapat bahwa kekristenan unik karena mengajarkan bahwa Allah menjadi Manusia. Namun seseorang menolak pendapat tersebut dan berkata bahwa religi lain juga mengajarkan doktrin serupa.
Bagaimana mengenai kebangkitan? Sama saja, religi lain pun percaya bahwa orang mati dibangkitkan kembali. Diskusi pun semakin panas. C.S. Lewis, seorang pembela kekristenan yang gigih, datang terlambat, duduk dan bertanya, "Apa yang sedang diributkan?" Ketika ia mengetahui bahwa mereka sedang berdebat mengenai keunikan kekristenan, dengan segera ia menyatakan, "Oh, sangat mudah. Jawabannya adalah kasih karunia."
Manusia berada dalam masalah "dosa" yang pelik yang tidak mungkin diselesaikan dengan usaha apapun juga. Hanya "kasih karunia Allah" yang mampu mengatasinya. Dosa Adam membuat semua manusia dikuasai  dosa, namun ketaatan  Kristus mampu menyelamatkan semua yang percaya kepada-Nya. Yesus Kristus hidup dalam ketaatan kepada Allah. Meski kehendak Allah begitu berat untuk dilakukan, Kristus lebih mengutamakan kehendak Allah diberlakukan dalam hidup-Nya, sekalipun nyawa adalah taruhannya. Dampaknya ternyata jauh lebih luar biasa (ayat 16). Ketaatan Kristus membuat Allah tidak memperhitungkan dosa-dosa manusia yang mau percaya kepada Dia. Karya-Nya membuat orang-orang yang percaya kepada Dia menerima pembenaran (ayat 18-19).
Bersyukurlah untuk kasih karunia yang telah saudara peroleh. Isilah keselamatanmu dengan meneladani Kristus yang rela memberikan nyawaNya demi metaati BapaNya.
Mannab1010@gmail.com



Senin, 17 Februari 2020


Timotius saat umur 18 thn


Kotbah tgl.20-02-2020 jam.11:00 Wib-PKLU GPIB KK Mdn
2 Timotius 3: 10-14
THEMA: BERPEGANGLAH PADA KEBENARAN
                                                                                                                                                                                                     By: MANNAB
Latar belakang Timotius dalam Alkitab
Timotius (Yunani: Timótheos, artinya "memuliakanTuhan";  bahasa InggrisTimothy) atau disebut Santo Timotius adalah seorang uskup Kristen abad pertama yang meninggal sekitar tahun 97 Masehi (ada yang menulis tahun 80 Masehi).
Dlm Alkitab Perjanjian Baru dicatat bhw Timotius bepergian dgn Rasul Paulus, yg juga menjadi mentornya.

Keluarga dan masa muda:

Timotius adh putra dari seorang perempuan Yahudi bernama Eunike, dan ayahnya adh seorang Yunani. Sewaktu kecil ia tidak disunat (adat Yahudi), Paulus mendorongnya untuk disunat supaya dapat diterima oleh org2 Yahudi. Paulus melakukan upacara sunat itu "dengan tangannya sendiri". 
Timotius ditahbiskan & kemudian pergi bersama Paulus mengabarkan Injil daerah PhrygiaGalatiaMysiaTroasFilipi,  Veria&Korintus. Serta mengikuti cara hidup Paulus wkt berada di Antiokhia, Ikonium & Listra (di daerah selatan Turki skrang).
Ibunya, Eunike, dan neneknya Lois, dipuji krn kesalehan dan iman mrk, yg mengindikasikan bhw mrk tlh menjadi Kristen. Timotius sendiri dipuji oleh Paulus karena pengetahuan alkitabiahnya (abad I Septuaginta ( Alkitab PL dlm bhs Yunani) / thn 70 han) & dikatakan tlh mengenal kitab suci sejak kecil.
Dia disebut sebagai penerima dari dua surat-surat dari rasul Paulus, yaitu Surat 1 Timotius dan Surat 2 Timotius. Timotius ditulis sebagai orang yang menulis surat 2 Tesalonika bersama Paulus dan Silwanus di bagian pembuka surat Filemon.

Pelayanan dan kehidupan selanjutnya:

Timotius menyertai Paulus dlm perjalanan mengabarkan Injil ke berbagai tempat. Ia juga menyertai Paulus sewaktu di penjara. Timotius sendiri pernah dipenjarakan paling sedikit satu kali selama masa penulisan kitab-kitab di Perjanjian Baru, yi dicatat di bgn akhir Surat Ibrani, bhw Timotius dilepaskan dr penjara.
Tampaknya Timotius mempunyai masalah dlm pencernaan tubuhnya, krn itu Paulus menasihatkan di suratnya yg pertama kpd Timotius: "Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah."
Menurut tradisi yang kemudian, Paulus mentahbiskan Timotius menjadi uskup di Efesus pada tahun 65, di mana ia melayani selama 15 tahun. Pada tahun 97 (ketika Timotius sedang sakit parah pada usia 80 tahun), ia mencoba menghalangi prosesi penyembahan berhala dari orang2 di sana dgn menyampaikan khotbah. Massa marah dan memukulinya, menyeretnya di jalan2 dan melemparinya dgn batu sampai mati.
Pd abad ke-4relikuinya (peninggalan berharga, tengkorak dll) dipindahkanke ChurchoftheHoly Apostles di Konstantinopel.
Penghormatan
Timotius dihormati sebagai seorang rasul, santo dan syuhada (mati krn membela ajaran Allah/ membela kebenaan) oleh Gereja Ortodoks Timur, dengan hari peringatannnya pada tanggal 22 JanuariGereja Katolik Roma memperingatinya bersama-sama Titus pada tanggal 26 Januari. Dlm Kalender Roma Umum tahun 1962, peringatannya diadakan pada tanggal 24 Januari. Bersama Titus dan Silas, ia diperingati di Evangelical Lutheran Church in America dan Episcopal Church (United States) pada tanggal 26 Januari. Peringatan Timotius diadakan di gereja Lutheran Church–Missouri Synod pada tanggal 24 Januari.
Ø Thema dr Sinode:BERPEGANGLAH PD KEBENARAN
2 Timotius 3:10-14
“Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.”  (2 Timotius 3:10)
Pesan ini disampaikan oleh Rasul Paulus kepada, Timotius, saat ia masih berada di dalam penjara. Bukan karena telah melakukan pelanggaran hukum seperti kebanyakan orang saat ini, tetapi dia dijebloskan dalam penjara karena memberitakan Injil. Karena kasihnya, Paulus tidak henti-hentinya memberi motivasi dan semangat kepada Timotius agar ia tetap teguh di dalam iman dan mengerjakan tugas pelayannya walaupun berada dalam penganiayaan dan atau kesesakan. Paulus telah memberikan teladan dalam banyak hal yaitu ajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan; dan ia menegaskan lagi bahwa “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”. (2 Timotius 3:12).

Di dalam
Ibrani 11:1 dikatakan bhw: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Inilah inti dari iman yaitu percaya kepata Tuhan dengan segenap hati, maka semua akan jadi. Di tengah situasi sulit kita harus memiliki keberanian untuk mengaktifkan iman yang ada di dalam diri kita dengan jalan mengabarkan firman Tuhan, dengan tujuan mematahkan dan menghancurkan semua siasat dan pekerjaan iblis!
Selain itu, Paulus juga menghimbau agar Timotius tetap hidup di dlm kebenaran (ayat 14) yg artinya:
memiliki iman yang rohani. Seseorang dapat dikatakan beriman kepada Tuhan bila dia hidup dalam kekudusan dan berusaha melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. Jangan pernah berharap dapat melihat mujizat Tuhan dalam hidup ini bila kita sendiri tidak rohani atau tidak kudus, seperti yang disampaikan Yosua kpd bangsa Israel saat mereka hendak menyeberangi sungai Yordan, “Kuduskanlah hatimu, sebab besok Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” (Yosua 3:5), karena Tuhan sangat membenci orang-orang yang terus melakukan dosa atau hodup di dalam dosa. Maka dari itu jangan pernah membatasi kuasaNya, sebab bagi Tuhan tidak ada suatu hal yang tidak mungkin atau mustahil, asal kita taat kepadanya!
“Sebab semua yg lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”  (1 Yohanes 5:4)

DOA: Ya, Bapa Tuhan kami yg maha mulia, kuatkan & mampukanlah kami spy sellu melaksanakan kebenaran-Mu di tengah2 berbagai pergumulan kesulitan & kesesakan..




Sabtu, 08 Februari 2020


Adat Istiadat
Perlu disadari bahwa manusia tidak hidup sendiri di dunia dimana ia terbebas dari segala nilai dan adat-istiadat dan bisa berbuat apapun sesukanya, sebab sebagai mahluk yang tinggal di dunia ini, manusia selalu berinteraksi dengan keluarga, orang-orang di lingkungan hidup sekelilingnya, lingkungan pekerjaan, suku dan bangsa dengan kebiasaan dan tradisinya dimana ia dilahirkan, dan budaya religi turun-temurun dimana suku dan bangsa itu memiliki tradisi nenek-moyang yang kuat. Karena itu manusia tidak terbebas dari adat-istiadat.
Lalu bagaimana manusia bersikap menghadapi tradisi itu? Setidaknya ada 3 kecenderungan yang dijadikan panutan sikap manusia menghadapi adat-istiadat disekelilingnya.
I: Sikap antagonistis/penolakan akan segala bentuk adat-istiadat yang tidak diingininya, gejala ini kita lihat dalam bentuk fundamentalisme yang ektrim. Di Indonesia ada "Islam pentungan" yang suka melabrak kelab-kelab malam dan tempat bilyar kalau mendekati Lebaran, juga ada kalangan kristen yang melarang merokok, minum-minuman keras, dan nonton secara keras. Sikap ini jelas tidak realistis karena sekalipun yang ditolaknya itu barang haram tapi pengubah mental orang tidak tepat bila menggunakan cara larangan dan paksaan yang bersifat lahir demikian;
II:  Sikap terbuka yang kompromistis yang menerima segala bentuk adat-istiadat lingkungannya. Sikap demikian sering terlihat dalam kecenderungan liberalisme ekstrim yang sering menganut faham kebebasan. Misalnya di Belanda yang dikenal sebagai negara Eropah yang paling liberal, pecandu narkoba bisa menjadi anggota dewan kota dan euthanasia dihalalkan. Kebebasan yang kebablasan demikian juga kurang tepat, karena bagaimanapun manusia hidup didunia berhubungan dengan orang lain, maka kebebasan yang keterlaluan dari sekelompok yang satu bisa berdampak merugikan kelompok lain;
III: Sikap dualisme. Sikap ini tidak mempertentangkan dan tidak mencampurkan faham-faham adat itu, tetapi membiarkan semua adat-istiadat itu berjalan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Ada contoh menarik mengenai perilaku mendua demikian. Ketika di tahun 1970-an mengerjakan proyek hotel di Bali, seorang pengusaha di hari minggu pagi-pagi benar mendahului yang lain menghilang dari hotel untuk pergi beribadat di depan pastornya untuk menerima komuni. Namun, tanpa rasa bersalah apa-apa, kalau malam minggu ia melupakan isterinya yang ditinggal di Surabaya dan berleha-leha di kelab-kelab malam sampai larut malam. Seorang rekannya menggelitik perilaku menduanya dengan mengatakan: "Kalau minggu pagi lari ke gereja mencari hosti, tapi kalau malam minggu lari ke kelab malam mencari hostess." Ia dengan isterinya kemudian bercerai.
Pada umumnya orang-orang akan menjauhi pusat lingkaran dan karena dorongan sentrifugal akan mendekati kecenderungan-kecenderungan di lingkaran itu, lalu bagaimana sikap seorang kalau ia menjadi orang Kristen? Apakah ia juga berperilaku selayaknya orang dunia dimana ia hidup sebelumnya?
Memang ada praktek di kalangan orang Kristen yang fundamentalis ekstrim yang menolak segala sesuatu yang dianggapnya dosa, ada juga yang begitu liberal bebas yang menerima begitu saja dan berkompromi dengan semua yang bisa dinikmati orang dunia pada umumnya. Ada juga yang mendua dan berstandar ganda, yaitu dilingkungan kristen ia berusaha hidup suci sesuai standar lingkungan jemaatnya tetapi berada diluar ia bisa tidak ada bedanya dengan orang tidak beriman.
Rasanya ketiga kecenderungan sikap demikian kurang tepat bagi seorang Kristen. Verkuyl dalam salah satu buku etikanya mengatakan bahwa umat Kristen terjerat diantara daya tarik antara libertinisme dan farisiisme. Disatu segi ia ditarik oleh kecenderungan keterbukaan dengan moralitas bebasnya, disegi lain ia ditarik oleh kecenderungan ketertutupan dengan moralitas kakunya. Kenyataan yang disebutkan Verkuyl itu memang benar, dan sikap di antara itu juga tergoda sikap mendua yang ada di antara kedua kecenderungan itu.
Di kalangan kekristenan ada juga yang mencari jalan baru dengan mempromosikan moralitas baru yang menekankan situasi, kondisi dan waktu yang tepat sebagai jendela menerima keputusan etis menghadapi adat-istiadat. Sikap keempat ini mirip sikap mendua dan liberal. Sikap yang dikenal sebagai etika situasi ini (Joseph Fletcher, 1966) itu menolak sikap yang disebutkannya sebagai sikap legalistik, ia juga menolak sikap yang disebutnya sebagai sikap antinomian, karena itu ia menawarkan sikap perantara yang berdasarkan pertimbangan situasi, kondisi, dan waktu.
Lalu bagaimana selayaknya umat kristen bersikap? Bagi mereka yang takut akan Allah, rasanya semua tindakan kita dalam menerima adat-istiadat perlu berorientasi pada Allah dan kehendak-Nya, ini menghasilkan empat pertimbangan berikut, yaitu sikap menghadapi adat-istiadat yang: (1) Memuji dan memuliakan Allah; (2) Tidak menyembah berhala; (3) Mencerminkan kekudusan Allah; dan (4) Mengasihi manusia dan kemanusiaan. Keempatnya berurutan dari atas ke bawah dimana memujid an memuliakan Allah adalah tugas utama umat Kristen (Mazmur 150) dan ketiga lainnya diukur dari apakah itu meneguhkan kepujian dan kemuliaan Allah atau tidak.
Lalu adakah tingkat-tingkat pertumbuhan yang menentukan umat kristen bersikap? Kedewasaan umat kristen dalam bersikap perlu mengarah pada kecenderungan kelima yaitu "transformatif," yaitu ia hidup dengan mentransformasikan setiap adat-istiadat agar sesuai dengan kepujian, kemuliaan dan kehendak Allah. Ia semula hidup berkajang dalam dosa dan melakukan adat-istiadat dimana kuasa dosa banyak berpengaruh. Pengenalannya akan Tuhan Yesus Kristus membawanya kepada pertobatan (metanoea) dimana ia mulai merasakan perubahan arah dalam hidupnya dari dosa menuju kebenaran, dan seperti apa yang dikatakan oleh rasul Paulus: "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2Kor.5:17).
Dari perubahan yang transformatif inilah ia terus menerus melakukan trasformasi dari dosa menuju kebenaran sehingga kehidupannya makin hari makin baik. Rasul Paulus mengatakan bahwa: "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah menjadi sempurna, melainkan aku mengejarnya" (Flp.3:12). Namun, harus disadari bahwa transformasi itu bukanlah hasil usaha manusia dengan kekuatannya sendiri tetapi sebagai hasil interaksi iman kita yang mendatangkan rahmat Allah: "Dan semuanya itu dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan perdamaian itu kepada kami" (2Kor.5:18).
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurnya" (Rm.12:1-2).
Semoga pembahasan di atas menjadi bekal bagi kita untuk bersikap dalam menghadapi adat-istiadat di sekeliling kita.
AMIN

Sabtu, 01 Februari 2020


Wahyu 21:15-27
21:15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur w  dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya x  dan temboknya.
21:16 Kota itu bentuknya empat persegi 3 , panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.
21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, y  yang adalah juga ukuran malaikat.
21:18 Tembok itu terbuat dari permata yaspis; z  dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. a 
21:19 Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. b  Dasar yang pertama batu yaspis, c  dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud,
21:20 dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, d  dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung.
21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu e  adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara f  dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening. g 
21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci h  di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, i  adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba j  itu 4 .
21:23 Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah k  meneranginya l  dan Anak Domba m  itu adalah lampunya.
21:24 Dan bangsa-bangsa akan berjalan 5  di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; n 
21:25 dan pintu-pintu gerbangnya o  tidak akan ditutup p  pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana 6 ; q 
21:26 dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. r 
21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, s  tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan t  Anak Domba itu.


PENJELASAN SINGKAT
LANGIT YANG BARU DAN BUMI YANG BARU.
Sasaran dan pengharapan terakhir dari iman PB ialah suatu dunia baru yang diubah dan ditebus, tempat Kristus tinggal dengan umat-Nya dan kebenaran berdiam dalam kesempurnaan kekudusan (bd. Mazm 102:26-27Yes 65:17; 66:22Rom 8:19-22Ibr 1:12; 12:272Pet 3:13). Untuk menghapus semua bekas dosa, maka bumi, bintang-bintang dan galaksi harus dihancurkan. Langit dan bumi akan digoncangkan (Hag 2:7Ibr 12:26-28) dan akan lenyap seperti asap (Yes 51:6); bintang-bintang akan dihancurkan (Yes 34:4) dan unsur-unsur dunia akan hangus (2Pet 3:7,10,12). Bumi yang baru itu akan menjadi tempat tinggal manusia dan Allah (ayat Wahy 21:2-3; 22:3-5). Semua orang tebusan akan memiliki tubuh seperti tubuh kebangkitan Kristus, yaitu yang nyata, dapat dilihat dan dapat dijamah, namun tidak dapat rusak dan bersifat abadi (Rom 8:231Kor 15:51-54).

YERUSALEM YANG BARU.
Yerusalem Baru itu sudah ada di sorga (Gal 4:26); dalam waktu dekat kota itu akan datang ke bumi sebagai kota Allah yang dinanti-nantikan oleh Abraham dan umat Allah yang setia dan yang dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri (Fili 3:20Ibr 11:10,13,16;

Bumi yang baru akan menjadi pusat pemerintahan Allah, dan Ia akan diam bersama umat-Nya untuk selama-lamanya (bd. Im 26:11-12Yer 31:33Yeh 37:27Za 8:8).

BENTUKNYA EMPAT PERSEGI.
Ukuran kota itu menandakan bahwa akan ada ruang yang cukup luas bagi semua orang percaya dari segala zaman. "1,200 stadia" adalah kira-kira 1.400 mil (kira-kira 2.240 kilometer). Kota itu dilukiskan berbentuk empat persegi. Dalam PL, Tempat Mahakudus, di mana Allah berjumpa dengan wakil umat-Nya, merupakan sebuah ruangan yang benar-benar empat persegi. Seluruh kota itu akan dipenuhi dengan kemuliaan dan kekudusan Allah.

TUHAN ... ADALAH BAIT SUCINYA, DEMIKIAN JUGA ANAK DOMBA ITU.
Kehadiran dan kedekatan Allah akan merembes ke seluruh kota, tidak hanya dalam bait suci.

BANGSA-BANGSA AKAN BERJALAN.
Yerusalem Baru tidak meliputi seluruh bumi baru, karena kota itu memiliki pintu-pintu gerbang dan orang-orang benar akan masuk keluar melaluinya. Mungkin Yerusalem Baru itu akan menjadi ibu kota bumi yang baru itu.

MALAM TIDAK AKAN ADA LAGI DI SANA.
Ini hanya menunjuk kepada Kota Kudus itu, karena Yohanes tidak mengatakan bahwa di bumi yang baru itu tidak akan ada lagi malam. Beberapa orang percaya bahwa di luar kota itu masih akan ada malam, karena Allah telah berjanji bahwa siang dan malam tidak akan pernah lenyap (bd. Mazm 148:3-6Yes 66:22-23Yer 33:20-21,25).
AMIN..

mannab1010.blogspot.com
mannab1010@gmail.com

Selasa, 28 Januari 2020






Lukas 12 : 1 - 10
 Tanggal: Minggu, 26 Januari 2020
Thema SINODE: Jujur adalah buah takut akan Tuh
an

Ciri khas Injil Lukas sebagian besar mengandung banyak episode dan perumpamaan disebut juga sebagai Injil SINOPSIS. Knp dikatakan Injil Sinopsis??, Karena memiliki kesamaan dgn Injil Matius dan Markus. Dan merupakan hasil riset pribadinya. Sekalipun demikian, bagian ini menyajikan ajaran Tuhan Yesus pada tahun terakhir pelayanan-Nya.

Setelah kita baca Injil Lukas 12 ini yi: perikop 1-10, kita temui kata-kata yg penting dlm kehidupan se-hari2 yi: RAGI, KEMUNAFIKAN, TAKUT, MEMBUNUH, MENGHUJAT.

Sedang thema dari SINODE: Jujur adalah buah takut akan Tuhan,
Hal ini berkaitan dgn munafik..krn biasanya org munafik tdk jujur.
Krn ketdk jujuran/kebohongan seseorang, bisa membuat org tsb menjadi mala petaka. Mungkin msh kita ingat peristiwa sebelum pilpres thn 2019 yg lalu, ada seseorang utk mendapatkan simpasan dari teman2nya, dia berani berbohong..Wajahnya lebam katanya karena dikeroyok sekelompok orang, pdhal setelah diselidiki krn OPERASI PLASTIK, akhirnya org tsb menanggung akibatnya diadili dan di hukum.

Tadi pd Nats Pembimbing pd Gal.5:9 mengatakan: “SEDIKIT RAGI SUDAH MENGKHAMIRKAN SELURUH ADONAN” Arti menghkhamirkan adalah MERUSAK..
 
Mengapa Tuhan Yesus mengumpamakan kemunafikan orang Farisi sama seperti RAGI.? Karena sifat munafik itu seperti ragi yang gampang menulari dan pada akhirnya merusak karakter orang lain. Sebagai pemimpin agama yang memiliki otoritas mudah sekali bagi mereka untuk menyalahgunakan otoritas itu, dengan menipu para pengikutnya, dan kdg kala para pengikut ikut-ikutan jadi munafik.
Tuhan Yesus mengingatkan para murid2Nya bahwa kemunafikan, suatu waktu akan terbongkar (2-3). Apa yang ditutupi oleh manusia, akan dibuka oleh Allah yang melihat ke dalam hati. Maka, hukuman berat akan menimpa mereka karena kemunafikannya menyesatkan org lain & menjadikan org lain tsb sm dgn mereka, ikut munafik..!
Bahkan Yesus dengan keras menyatakan sikap menyesatkan orang lain dari kebenaran tidak beda dengan menghujat Roh Kudus (10).
Menghujat Roh Kudus di sini harus dimengerti sebagai menolak
menerima pengajaran dari Sang Sumber dan Sang Pengajar Kebenaran sehingga memalsukan kebenaran dan pada akhirnya menyesatkan orang lain dengan kebenaran yang palsu tersebut.
Tuhan Yesus mengingatkan para murid agar jangan takut kepada para pemimpin sedemikian yang seolah memiliki kuasa untuk mengucilkan bahkan membunuh mereka (4). Tuhan sendiri yang akan menghakimi mereka (5).

Tuhan sendiri menjanjikan akan melindungi murid-murid-Nya dari para pemimpin seperti itu, bahkan akan memberi hikmat pada saatnya untuk menghadapi tuduhan mereka (11-12).

Peringatan Tuhan Yesus ditujukan kepada para murid, berarti juga kepada kita sekalian. Bisa jadi kita pun tertular kemunafikan
orang Farisi, yang mementingkan penampilan dan prestise semata.
Melakukan hal tersebut karena takut dikucilkan,atau bahkan mendapat aniaya. Ingat, bila kita terseret kepada kemunafikan, bukan hanya diri kita yang dirugikan. Orang-orang yang ada di sekeliling kita, yang mempercayai kita sebagai pengikut Tuhan pun akan ikut tersandung.

Yesus mencela kemunafikan orang Farisi, dan memperingatkan murid-Nya untuk berhati-hati agar dosa ini tidak memasuki kehidupan dan pelayanan mereka.
1. 1) Kemunafikan berarti memperlihatkan sikap dan tindakan yang tidak sesuai dengan perbuatannya -- misalnya: bertindak di hadapan umum sebagai seorang percaya yang saleh dan setia, padahal sedang menaruh dosa yang tersembunyi, kedursilaan, ketamakan, nafsu, atau ketidakadilan lainnya. Orang munafik adalah seorang penipu dalam hal kebenaran yang dapat dilihat
(lihat ttg GURU-GURU PALSU).
2. 2) Karena kemunafikan menyangkut hidup dalam dusta, maka itu membuat seseorang menjadi rekan kerja dan sekutu Iblis, bapa segala dusta (Yoh 8:44).
3. 3) Yesus memperingatkan murid-murid-Nya bahwa segala kemunafikan dan dosa yang tersembunyi akan dibuka, jika tidak dalam hidup sekarang, pastilah pada hari penghakiman (lih. Rom 2:161Kor 3:13; 4:5Wahy 20:12). Apa yang dilakukan secara rahasia di balik pintu yang tertutup pada suatu saat akan disingkapkan secara terang-terangan (ayat Luk 12:2-3).
4. 4) Kemunafikan adalah suatu tanda bahwa seseorang tidak takut akan Allah (ayat Luk 12:5) dan tidak memiliki Roh Kudus dengan kasih karunia pembaharuannya (lih. Rom 8:5-141Kor 6:9-10Gal 5:19-21Ef 5:5). Sementara tinggal dalam kondisi demikian, seseorang tidak dapat "meluputkan diri dari hukuman neraka" (Mat 23:33).

Sungguh suatu pengajaran yang luar biasa indah khusus bagi murid-murid Tuhan Yesus. Ajaran tersebut juga ditujukan kpd kita semua dan sgt relevan hingga saat ini. Kita harus waspada akan ajaran2 yang menyimpang, tetaplah menjadi pelaku-pelaku Firman, hidup kita pun harus bercahaya seperti terang & garam, dan kita tidak boleh takut terhadap ancaman-ancaman dan tekanan-tekanan dari manusia. Kita harus tetap berdiri teguh dan tidak menyangkal Tuhan Yesus. Ketika kita mau tunduk dan melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita, maka Tuhan akan memampukan untuk menjalani semua aktivitas kita masing2 .
TUH

Kubur telah kosong Para wanita melihat Kubur Yesus bangkit Bersama Malaikat   Markus 16:1-8 Kebangkitan Tuhan Kita: Mingg...